Scroll to Top

PSSI Keluarkan Peraturan Terbaru Tentang Informasi Timnas Indonesia

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 03 Nov 2012

Djohar Arifin

Menanggapi simpang siurnya berita tentang Timnas Indonesia, akhirnya PSSI mengeluarkan peraturan baru tentang alur informasi seputar timnas Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.

“Peraturan ini berlaku mulai kemarin. Jadi tidak boleh sembarangan semua pihak bicara. Kami akan menegurnya. Mereka semua harus patuh terhadap peraturan ini demi timnas Indonesia” tegas Djohar Arifin di Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Peraturan itu tertulis dalam Memo Internal No: 39/MINT DAH-HM/X-2012, perihal Kebijakan Juru Bicara dan dibuat atas persetujuan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Sekjen PSSI Halim Mahfudz tertanggal 30 Oktober 2012.

Dengan adanya kebijakan ini, setidaknya menjadi acuan bagi tim manajemen Timnas Indonesia dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Seperti yang diketahui, tim manajemen Timnas memang terdiri dari banyak pihak. Diantaranya Penanggung Jawab Timnas, Koordinator Timnas, Direktur Operasional Timnas, sampai manajer dan pelatih.

“Untuk itulah, kami buat peraturan ini. Demi menjaga timnas Indonesia. Agar semua pemain, pelatih tidak terganggu. Jangan yang tidak punya kewenangan ikut bicara juga, dan agar informasi yang diterima masyarakat tidak berbeda-beda” ungkap Djohar Arifin.

Isi peraturan tersebut secara tertulis memuat pihak-pihak resmi yang berhak untuk memberikan informasi mengenai berita timnas, di antaranya:

  1. Terkait organisasi dan informasi umum: ketua umum dan sekjen PSSI.
  2. Terkait tim nasional Indonesia: pelatih, manajer, dan pemain atas seizin dan sepengetahuan pelatih.

Adapun Koordinator Timnas (Bob Hippy) dan Penanggung Jawab Timnas (Bernhard Limbong), walaupun tidak termasuk di dalamnya tetap memiliki hak-haknya terkait jabatannya.

Hal ini mengingat Bob Hippy juga nerupakan anggota Komite Eksekutif dan Bernhard Limbong juga merupakan ketua Komite Disiplin.

“Mau tanya Bob atau Limbong silakan saja. Mereka tetap mempunyai hak bicara. Jadi tidak ada informasi yang menyesatkan” tutup Djohar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda