Scroll to Top

Timnas Indonesia Gunakan Formasi 4-4-2 di AFF Cup 2012?

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 05 Nov 2012

Timnas Indonesia

Menjelang bergulirnya AFF Cup 2012, timnas Indonesia telah menemukan formasi ideal 4-4-2. Pelatih Nil Maizar, mengaku formasi ini terlihat lebih sukses dibandingkan beberapa formasi yang sudah dicoba skuad Garuda dalam beberapa bulan terakhir. Indonesia sendiri akan menjajal Laos, Singapura, dan Malaysia di Grup B Piala AFF 2012 yang akan digulirkan di Malaysia.

Tiga minggu menjelang AFF Cup 2012 digelar, timnas Indonesia asuhan Nil Maizar terus mempersiapkan diri. Pelatih yang melejit namanya kala menangani Semen Padang ini, sudah memiliki formasi yang cocok untuk skuad Garuda, yaitu 4-4-2. Formasi ini sudah dimatangkan dalam setengah tahun terakhir. Dengan formasi ini, keseimbangan lini belakang dan lini tengah akan lebih terjaga. Selain itu, formasi ini dianggap lebih berhasil dibandingkan pola lain yang pernah diterapkan. Semisal 4-2-3-1 ketika melawan Vietnam.

“Kami selama enam bulan terakhir terus mematangkan pola 4-4-2 (sebagai formasi timnas Indonesia). Tapi, memang aplikasinya tergantung di lapangan. Kami terus menyempurnakan formasi ini jelang Piala AFF,” sebut Nil seperti dilansir oleh Okezone.

Sepanjang 2012, skuad Garuda telah melakoni lima laga persahabatan yang tercantum dalam situs resmi FIFA. Yaitu, seri 2-2 dengan Filipina (5 Juni), kalah 0-2 dari Korea Utara (10 September), seri di kandang saat menjamu Vietnam 0-0 (15 September), menang 0-5 atas Brunei Darussalam (26 September), dan terakhir bermain imbang kacamata dengan Vietnam pada 16 Oktober.

Selain itu, dalam keikutsertaannya di Turnamen Al-Nakbah pada pertengahan Mei lalu, timnas Indonesia tercatat sekali menang, sekali seri, dan sekali pula tumbang.

Nil menyebutkan, evaluasi terus dilakukan oleh tim pelatih timnas Indonesia setelah beberapa uji coba. Ia juga menegaskan, tidak ada pemain yang mendapatkan posisi istimewa. Semua yang bergabung ke skuad Garuda, mendapatkan kesempatan utama untuk menjadi pilihan utama.

“Semua pemain memiliki peluang yang sama di dalam timnas. Tidak ada pemain yang spesial buat saya,” jelas pelatih berusia 42 tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda