Scroll to Top

Penuaan Mungkin Jadi Tanda Masalah pada Jantung

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 08 Nov 2012

masalah jantung

Tanda penuaan bukan hanya masalah untuk penampilan. Lebih dari itu, saat tanda penuaan muncul, sebaiknya Anda mewaspadai terhadap kesehatan jantung di masa depan. Studi dari Universitas Copenhagen, Denmark, mengatakan, bisa jadi tanda penuaan itu awal dari masalah pada jantung.

Secara fisiologis dan biologis, orang pasti akan menemui efek penuaan kala usia makin banyak. Tanda-tandanya antara lain munculnya uban, kebotakan, lipatan di daun telinga, dan timbunan lemak kuning di sekitar kelopak mata. Hanya saja, tanda-tanda tersebut kini mulai ditemukan pada orang dengan usia cenderung masih muda.

Seperti dikutip Times of India, peneliti menganalisa 1.885 relawan di Copenhagen Heart Studi. Dari jumlah tersebut ada 7.537 relawan mengalami kebotakan frontoparietal, 3.938 relawan botak bagian atas, 3.405 relawan punya lipatan daun telinga, dan 678 orang memiliki timbunan lemak di sekitar mata. Sekitar 55 persen relawan adalah pria dan sisanya wanita. Usia mereka sebelum awal penelitian sekitar 40 tahun dan di atas itu.

Setelah penelitian berlangsung selama masa 35 tahun, ditemukan ada 3.401 relawan yang memiliki masalah dengan penyakit jantung. Sementara itu, ada 1.708 relawan mengalami serangan jantung. Artinya, tanda-tanda penuaan diduga memberikan sinyal peningkatan peningkatan risiko terkena masalah jantung.

Peneliti mengatakan risiko tersebut meningkat setiap kali ditemukan tanda penuaan pada semua lapisan usia, baik pria atau wanita. Risiko tertinggi dialami pada orang berusia 70-an tahun yang biasanya cukup banyak memiliki tanda penuaan. Dan, timbunan lemak pada mata adalah tanda pemrediksi paling kuat terhadap kemungkinan tingginya kedua risiko jantung tersebut.

“Memeriksa tanda-tanda penuaan yang terlihat harus menjadi bagian rutin dari pemeriksaan fisik setiap dokter,” kata Anne Tybjaerg-Hansen, MD, penulis senior studi dan profesor biokimia klinis di Universitas Copenhagen.

Studi ini dipresentasikan pada American Heart Association’s Scientific Sessions 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda