Scroll to Top

Barcelona: Pertahanan Lemah Sumber Masalah

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 10 Nov 2012

Barcelona

Barcelona adalah salah satu tim terbaik dunia. Tidak hanya dalam urusan membobol gawang lawan, tapi juga dalam urusan tak kemasukan gol. Namun kini, pertahanan Barca era Tito Vilanova mengendur. Mereka terbobol lebih banyak daripada jumlah pertandingan. Bukan tidak mungkin lemahnya lini belakang akan menjadi sumber masalah seperti ketika mereka dihajar Celtic 2-1.

17 kali bertanding, 21 kali gawang Victor Valdes terbobol lawan. Itulah catatan pasukan Tito Vilanova di awal musim 2012-2013. Sesuatu yang sulit terbayangkan dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya, Barca termasuk tim yang tak mudah tertembus gol. Raihan Trofi Zamora yang didapatkan Victor Valdes adalah bukti. Namun, kini masalah yang menjadi problem klasik Barca mencuat. Lini belakang terlalu gampang takluk.

Sejauh ini, rekor buruk zona pertahanan Barca, diimbangi oleh ganasnya lini depan. Suburnya Lionel Messi. Kembalinya David Villa ke performa terbaik. Para gelandang yang rajin membantu serangan dan kadang memecah kebuntuan. Bek sayap yang demikian ofensif. Dan tentunya ball possessions yang mumpuni. Namun, kekalahan melawan Celtic menunjukkan bahwa, suatu saat nanti, mungkin kejadian serupa terulang. Menguasai bola hingga 89% tidak menjamin Barca memenangi pertandingan.

Ada beberapa faktor penyebab kendornya lini belakang Barca. Faktanya, hanya Javier Mascherano, bek yang selamat dari cedera. Jordi Alba, Gerard Pique, Dani Alves, Carles Puyol, dan Adriano pernah absen karena bergelut dengan masalah ini. Selain itu, gaya permainan Barcelona yang terlalu menyerang, memang membahayakan. Seringkali serangan balik lawan menemukan ruang yang demikian besar di zona pertahanan Barca.

Ada faktor lain, yaitu ketidakrapian Barcelona ketika menghadapi bola-bola mati. Seringkali gol lawan tercipta dari tendangan sudut atau tendangan bebas. Faktor konsentrasi juga menjadi kendala. Dan terakhir, tinggi badan para bek yang mini, turut mempengaruhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda