Scroll to Top

Mau Jantan dalam Fungsi Seksual atau Fungsi Menghamili? Pilih Keduanya

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 16 Aug 2011

Berbagai iklan di media massa menggambarkan kejantanan pria dengan baiknya kemampuan seksualnya. Wanita biasanya menjadi figuran yang mendampingi pria yang seakan takjub dengan keperkasaannya. Kejantanan juga diasumsikan dengan kemampuan pria lepas dari disfungsi ereksi. Sehingga, dia mampu memuasi pasangannya.

Sebenarnya, jika dipahami lebih lanjut, kejantanan pria juga bisa dilihat dari kemampuannya menghamili. Seorang pria yang perkasa dalam urusan seksual, belum tentu mampu menghamili pasangannya. Karena, bisa jadi dia memiliki kesuburan sperma yang rendah.

Bisa juga berlaku sebaliknya. Pria yang kurang bagus untuk urusan seksual, mungkin karena ejakulasi dini atau disfungsi ereksi, malah mampu memberikan keturunan kepada pasangannya. Banyak pasangan yang mendambakan hadirnya seorang anak ketimbang memikirkan “panasnya” beradu di ranjang.

Penis dan testis  yang menjadi pembicaraan selanjutnya.  Kalau kejantanan mengacu pada kemampuan seksual, maka itu menjadi urusan penis. Kemampuan penis untuk tetap “mengeras” selama seks, sering diasumsikan lebih memuaskan lawan mainnya. Pasangan wanita lebih bisa mendapatkan orgasme dari perlawanan yang lama dengan penis.

Namun, testis juga memegang peran penting. Darinya,  sperma dibuat dengan berbagai kualitasnya. Ada sperma yang baik dan memiliki motilitas tinggi. Ada pula yang berkualitas baik, tapi motilitasnya rendah. Dan, yang mengenaskan, ada pula pria yang hanya bisa menghasilkan sperma mandul.

Selain soal produksi sperma, testis ternyata juga mempengaruhi kinerja seksual. Karena, di testis, juga diproduksi hormon testosteron yang berfungsi dalam perkembangan seksual dan mempertahankan gairah.

Oleh karena itu, asumsi kejantanan sebaiknya diubah. Karena, dia bisa berarti baiknya kemampuan seksual, atau juga bagusnya kemampuan untuk menghamili. Kalau disuruh memilih, Anda pilih yang mana? Lebih baik pilih kedua-duanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda