Scroll to Top

Sebagian Pria Keberatan dengan Sebutan Metroseksual

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 17 Nov 2012

metroseksual

Sekalipun  pria yang selalu berpakaian rapi dan necis dianggap sebagai pria metroseksual, ternyata pelakunya banyak yang tidak paham dengan maksud tersebut. Justru ketika pria ini dikatakan metroseksual, mereka merasa keberatan. Penyebutan tersebut dianggap sebagai sikap stereotip yang diberikan pada pria yang ingin tampil rapi. Demikian menurut studi dari Universitas Cincinnati di Amerika Serikat (AS).

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 22 pria yang ada di New York, San Fransisco, dan Cincinnati. Ketiga kota tersebut adalah kota besar di AS. Setiap responden diajak wawancara mengenai istilah metroseksual ini. Mereka berprofesi sebagai pekerja “kerah putih” yang cenderung berpenampilan rapi. Dandanannya makin rapi ketika akhir pekan tiba, sekalipun banyak kantor di AS yang lebih menyarankan untuk tampil kasual.

Hasilnya, responden ada yang mengatakan hal positif dan negatif tentang kata tersebut. Namun, kebanyakan mereka menganggap hal tersebut bermakna negatif dan stereotip. Salah seorang responden mengatakan, kata metroseksual juga identik dengan “anak cantik”. Namun, beberapa responden mengungkap, metroseksual bisa menjadi pemisah dengan gaya berpenampilan ala gay. Pria juga kerap berpenampilan rapi. Dan, metroseksual dianggap pemisah antara pria normal yang berpenampilan menarik dengan pria gay.

“Saya menemukan orang-orang saling memiliki pendapat bertentangan tentang metroseksual tersebut. Kadang-kadang satu orang mengungkapkan konotasi negatif dan positif pada kedua kata,” kata Erynn Masi de Casanova, peneliti.

Pencetus kata metroseksual adalah jurnali Inggris bernama Mark Simpson. Kata ini untuk menggambarkan kehidupan pria lajang yang berorientasi seks normal (heteroseksual) dengan rata-rata berpendapatan tinggi. Umumnya pria ini tinggal di kota dan memperhatikan penampilan.

Studi ini disampaikan pertemuan tahunan ke-111 Asosiasi Antropologi Amerika di San Francisco.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda