Scroll to Top

Lionel Messi Tak Sehebat Sekarang Andai Tidak Ada Di Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 22 Nov 2012

Lionel Messi Tak Sehebat Sekarang Andai Tidak Ada Di Barcelona

Lionel Messi mencetak gol lagi, Barcelona menang lagi. Hal ini sudah menjadi rutinitas bagi kita. Setiap kali Barca bermain, setiap kali itu pula Si Nomor 10 mengeluarkan magisnya. Sebuah pernyataan unik tercetus dari pelatih Messi kala masih bocah, Enrique Dominguez. Menurutnya, jika tidak berangkat ke Barcelona, King Leo belum tentu bisa mencapai posisinya saat ini. Namun, Dominguez menegaskan bahwa Messi berada di atas level Maradona. Bahkan ia tengah menuju tahap menjadi pemain terbaik dunia sepanjang masa.

Lionel Messi adalah raja. Ditaklukkannya semua rekor dunia yang pernah dibuat para pendahulu. Dicetaknya gol demi gol untuk mengantar Barcelona dan Argetina meraih kemenangan. Dan sang pelatih di masa kecil, Enrique Dominguez, memiliki pendapat istimewa tentang Messi. Dominguez melatih King Leo ketika ia masih berusia 11-12 tahun.

Ada sebuah momen istimewa yang terekam ingatan Dominguez. Ketika itu si mungil Messi tampil di stadion milik Rosario Central karena stadion Newell’s Old Boys tengah diperbaiki. Di stadion paling besar di Rosario tersebut, Messi unjuk bakat. Ketika jeda pertandingan, Messi mengontrol bola dengan kaki, kepala, dan dadanya. Banyak orang yang bertepuk tangan memuji skill sang bocah. Dan dari sinilah King Leo telah menunjukkan apa yang akan kelak dilakukannya kala dewasa.

“Leo tak pernah memprotes (latihan berat), tidak membantah, tidak mengeluh atau merengek ketika bola menghantamnya,” kenang Dominguez tentang sosok Messi yang pemalu.

Dominguez menyadari betul bahwa Messi mengalami masalah hormon pertumbuhan. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Barcelona, yang memboyong King Leo dari Argentina. Menanggung biaya perawatannya, dan kelak menjadi klub yang membesarkan Messi.

“Andai tidak ada Barcelona, belum tentu Messi bisa berada dalam level seperti saat ini,” sebutnya.

Dominguez pun menyebutkan, sejak kecil Leo Messi sudah menunjukkan bakatnya dalam memimpin. Bukan sebuah hal aneh ketika kelak ia menyandang ban kapten Argentina karena bagi sang pelatih, “Messi adalah pemimpin natural layaknya Xavi (Hernandez) dan Andres Iniesta.”

Semua orang di Argentina senantiasa menyebut Leo Messi sebagai penerus Diego Maradona. Enrique Dominguez menyebutkan, Messi telah mengungguli sang legenda hidup.

“Leo sudah melewati Maradona. Satu yang kurang hanyalah gelar bersama timnas Argentina. Andaipun kelak di Brazil (2014), Messi gagal, ia sudah berada di atas Maradona. Saya pikir, Messi adalah pemain terbaik dunia sepanjang masa,” sebut Dominguez.

Sang pelatih masih memiliki mimpi lain tentang Leo. Suatu saat nanti ia ingin Messi mengenakan seragam Newell’s Old Boys, entah di usia 36 atau 37 tahun. Kala mimpi itu terjadi, barangkali Enrique Dominguez adalah salah satu pria paling berbahagia di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda