Scroll to Top

Chelsea: Pemecatan Roberto Di Matteo Karena Fernando Torres?

By Wan Faizal / Published on Friday, 23 Nov 2012

R. Di Matteo

Sebuah fakta menarik terungkap dibalik pemecatan Roberto Di Matteo dari kursi manajer Chelsea beberapa waktu lalu. Bukan karena kekalahan telak 3-0 atas Juventus yang menjadi penyebab, namun pemecatan tersebut disinyalir karena perselisihan Di Matteo dengan Roman Abramovich selaku pemilik klub terkait Fernando Torres.

Well, selama ini Di Matteo memang sering memainkan El Nino sebagai ujung tombak timnya. Namun pemasangan Torres di daftar starting eleven sebenarnya bukanlah keinginan pribadi dari Di Matteo, melainkan karena kehendak dari sang pemilik klub.

25 hari setelah mendapat kontrak permanen di Chelsea awal musim ini, Di Matteo “menghadiahi” Abramovich daftar pemain yang ia inginkan untuk memperkuat timnya. Dalam daftar tersebut, nama Radamel Falcao berada di urutan pertama. Namun keinginan Di Matteo untuk mendapatkan striker Kolombia itu menguap seketika karena Abramovich tak setuju.

Keberadaan Torres, yang membuat Abramovich mengeluarkan uang 50 juta pounds untuk Liverpool, adalah penyebabnya. Jika sudah punya Torres yang merupakan salah satu striker terbaik dunia, kenapa harus beli Falcao? Begitulah mungkin logika dari Abramovich.

Kenyataan tersebut membuat Di Matteo “terpaksa” menggunakan Torres. Padahal ia tahu striker asal Spanyol itu tak akan cocok dengan skema main dan tipikal gelandang yang dimiliki The Blues. Di Matteo pun akhirnya dipaksa untuk mengatasi masalah tersebut.

Torres-Barzagli

Di Matteo tahu, lebih dari 60 persen gol Torres di Liverpool tercipta berkat umpan daerah atau umpan yang membelah pertahanan lawan yang biasanya dihasilkan oleh Steven Gerrard atau Xabi Alonso. Sementara gelandang Chelsea seperti Juan Mata, Frank Lampard, Ramires, Oscar, dan Eden Hazard, lebih suka berlama-lama dengan bola untuk melewati pertahanan lawan sebelum melepaskan umpan. Atas dasar itu, Di Matteo ragu Torres akan berguna banyak buat timnya.

Tidak moncernya performa Torres, plus hasil imbang 2-2 versus Juventus di Matchday 1 Liga Champions 2012-2013, membuat Abramovich seperti geram pada Di Matteo. Keesokan harinya setelah laga itu, Abramovich secara mengejutkan datang ke Cobham, markas latihan Chelsea, untuk meminta pertanggung jawaban dari Di Matteo beserta stafnya serta para pemain.

Puncak dari itu semua tentu saja di Juventus Arena kemarin. Putusan Di Matteo untuk mencadangkan Torres, ditambah kekalahan 3-0 yang mempersulit peluang Chelsea untuk lolos, membuat kesabaran Abramovich habis. Di Matteo yang merasa waktunya segera habis pun berinisiatif untuk menjabat tangan semua skuad sambil mengucapkan salam perpisahan di markas Juventus tersebut.

Dan benar saja, satu jam setelah skuad Chelsea tiba di London, palu pemecatan pun diketuk. Di Matteo dipaksa mengosongkan meja kerjanya dan digantikan oleh Rafael Benitez. Sebuah pemecatan yang rasanya tak adil bagi Di Matteo yang telah mewujudkan mimpi Abramovich meraih trofi Liga Champions musim lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda