Scroll to Top

Real Madrid Juara Liga Champions Musim 2012-2013?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 23 Nov 2012

Real Madrid (1)

Real Madrid sukses meraih tiket ke babak 16 besar Liga Champions setelah menahan imbang Manchester City 1-1. Dalam pertandingan yang dipenuhi kontroversi wasit Gianluca Rocchi ini, Madrid bahkan nyaris menang andai tidak ada gol penalti Sergio Aguero. Meskipun cuma berstatus runner-up grup di bawah Borussia Dortmund, bukan berarti Los Blancos tak berpeluang merebut gelar Liga Champions ke-10 mereka. Sejarah menyebutkan, Jose Mourinho sukses mengangkat trofi kompetisi terbesar di Eropa ini, ketika timnya cuma menjadi runner-up grup. Ini terjadi ketika ia menukangi Porto dan Internazionale.

Grup D yang berlabel grup neraka memang penuh kejutan. Borussia Dortmund yang musim lalu menjadi pecundang, nyatanya bisa melewati dua klub yang dianggap lebih mapan dan bertabur bintang. Manchester City yang senantiasa dipasok uang oleh Syeikh Mansour, tertambat di peringkat buncit, bahkan tanpa kemenangan. Real Madrid, tim yang sudah sembilan kali mengusai kompetisi ini, dipaksa lolos hanya sebagai runner-up.

Duduk di peringkat kedua bukan sesuatu yang perlu dicemaskan oleh Madridistas. Apalagi jika melihat sejarah yang dimiliki Jose Mourinho. Pelatih yang memasuki tahun ketiga bersama Real Madrid, memiliki catatan unik. Tim yang ditukanginya selalu berhasil meraih gelar Liga Champions kala cuma mendapatkan posisi runner-up di babak penyisihan grup.

Hal ini terjadi pada musim 2003/2004. Ketika itu, Mou yang masih menukangi Porto, cuma membawa timnya berada di peringkat kedua, di bawah Real Madrid. Namun, secara ajaib di babak berikutnya, Manchester United, Lyon, dan Deportivo La Coruna dibabat. Sebelum akhirnya Porto menghajar AS Monaco dengan skor telak 3-0.

Musim 2009/2010 pun demikian. Ketika itu, di penyisihan grup, Internazionale cuma menjadi tim kedua di bawah Barcelona. Lagi-lagi, Inter membuktikan kapasitas ketika menghajar Chelsea, CSKA Moskwa, dan Barcelona. Puncaknya, Bayern Munchen dihajar 0-2 di partai puncak.

Real Madrid juga punya sejarah manis sebagai runner-up grup. Ini terjadi pada musim 1999/2000. Ketika itu, sistem grup digelar dua kali, yaitu di babak 32 besar dan 16 besar. Di babak 32 besar, Real Madrid memang tiada banding. Namun, dalam sistem grup 16 besar, mereka cuma menjadi pesaing Bayern Munchen. Semangat pantang menyerah Los Merengues kala itu ditunjukkan ketika babak sistem gugur dimulai. Manchester United, Bayern Munchen, dan akhirnya Valencia dikandaskan.

Nah, dengan sejarah manis kala menjadi runner-up grup, mampukah Real Madrid dan Jose Mourinho mengulang prestasi tersebut musim ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda