Scroll to Top

Barcelona Tak Boleh Terobsesi Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 24 Nov 2012

Barcelona Tak Boleh Terobsesi Real Madrid

Barcelona tidak boleh terobsesi oleh Real Madrid. Entah apa yang dilakukan Los Blancos, Barca mesti fokus pada hasil pertandingan sendiri. Demikian yang dicetuskan oleh Johan Cruyff, legenda Barca. Selain meminta klub yang dicintainya tak perlu resah dengan apa yang dicapai oleh kubu El Real, Cruyff juga menyebutkan bahwa Tito Vilanova sudah cukup sukses membawa Blaugrana sejauh ini.

Hingga pekan keduabelas Liga Spanyol, Barcelona bertengger sendirian di puncak klasemen. Memperoleh 34 dari 36 angka yang bisa digapai, adalah sebuah mimpi yang menjadi nyata. Sementara, sang rival abadi, Real Madrid masih tercecer di peringkat ketiga. Los Blancos saat ini memperoleh 26 angka, berjarak 8 poin dari Blaugrana.

Meskipun berada dalam performa terbaik dan seakan tak tersentuh di La Liga, bukan berarti Barcelona boleh santai. Mereka tidak boleh membandingkan diri dengan Real Madrid jika ingin berhasil. Jarak yang jauh tak menjamin gelar juara sudah berada di tangan.
Satu yang tak boleh dilupakan, Barca tak boleh terpancing dengan apa yang dilakukan oleh Real Madrid. Demikian yang ditegaskan oleh Johan Cruyff ketika diminta tanggapan dengan gaya Jose Mourinho yang sering memprotes wasit.

“Kami (Barcelona) tidak boleh terobsesi dengan Real Madrid. Tak ada gunanya mengkhawatirkan apa yang mereka lakukan. Bagi saya, yang terpenting adalah apa yang kami lakukan. Dan bagi Barca, akan lebih baik jika Real Madrid tampil buruk.”

Cruyff juga memiliki penilaian tersendiri untuk Tito Vilanova. Ia menyebut, di satu sisi pekerjaan Tito cukup mudah karena ia tinggal meneruskan apa yang sudah dirintis Pep Guardiola. Namun, di sisi lain, mantan pemain Celta Vigo juga memiliki beban besar karena selalu dibandingkan dengan Pep yang sudah memberikan segalanya untuk Barcelona.

“Cuma sedikit perbedaan antara Barca era Pep dan Tito. Sangat berat bagi Pep untuk mengubah beberapa hal (untuk menciptakan kesuksesan Barcelona di eranya). Tito mengambiil alih pekerjaan sebagai pelatih ketika segalanya sudah dalam trek yang benar. Namun, jangan salah. Tito juga mengalami kesulitan karena Pep telah memenangi segalanya.”

“Sejauh ini, Tito sudah melakukan tugas yang baik. Tapi, kita akan melihat apa yang terjadi jika Barca kalah (melihat bagaimana Tito membangkitkan tim). Pada akhirnya, Tito tidak akan mengajari Messi bagaimana cara bermain (karena sudah dilakukan pendahulunya, Frank Rijkaard dan Pep Guardiola). Tugas Tito adalah mengontrol ruang ganti sepenuhnnya. Sejauh ini, saya pikir, sejauh ini dia sudah bekerja sangat apik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda