Scroll to Top

Jose Mourinho: Barcelona Bisa Mengatur Jadwal Liga Spanyol, Real Madrid Tidak

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 26 Nov 2012

Jose Mourinho

Barcelona lebih memiliki kekuatan dalam mengatur jadwal pertandingan Liga Spanyol, demikian yang disebutkan oleh Jose Mourinho pasca kekalahan Real Madrid atas Real Betis 1-0 yang membuat Los Blancos semakin tertinggal dari Barca. Namun, The Special One tidak mau menjadikan hal ini sebagai alasan. Baginya, kekalahan terjadi karena  para pemain Real Madrid kehilangan ambisi untuk bertarung di lapangan.

Jalan Real Madrid mempertahankan gelar semakin gelap. Mereka tumbang di Benito Villamarin, sedangkan Barca terbang ke angkasa kala menumbangkan Levante 0-4. Berbicara tentang kekalahan ketiga timnya di Liga Spanyol, Jose Mourinho kembali memainkan kata-katanya untuk perang psikologis.

“Saya berusaha untuk fair dan objektif. Saya tidak mencari alasan ketika tim saya kalah. Sudah jelas bahwa jika Anda bermain pada hari Rabu (di Liga Champions melawan Manchester City 1-1), Anda tidak seharusnya bermain pada hari Sabtu (saat kalah dari Real Betis 1-0) (Jarak kedua pertandingan terlalu dekat). Sudah jelas bahwa ada tim lain yang lebih mampu mengontrol jadwal pertandingan daripada kami (Barcelona bermain 23 jam lebih belakangan daripada Real Madrid, dan bermain pada Selasa malam waktu Rusia di Liga Champions). Tapi, kami tidak mau menyalahkan hal-hal di atas,” sebut Jose Mourinho.

Sindiran lembut Jose Mourinho ini dilanjutkan dengan mencambuk para pemain Real Madrid untuk tampil lebih menggigit lagi. Bagi Mou, seperti dalam kekalahan-kekalahan sebelumnya, Real Madrid bermain tanpa tenaga dan ambisi. Bukan tipikal permainan yang disukai The Special One, yang senantiasa menuntut pasukannya ‘berani mati di lapangan’.

“(Kami tidak akan menyalahkan jadwal di atas) karena kami tengah berbicara masalah profesionalisme. Dan anak buah saya menunjukkan kurangnya mentalitas, ambisi, dan semangat untuk berjuang mati-matian.”

Bagi Jose Mourinho, semestinya para pemain Real Madrid bisa tampil konsisten meski jadwal tidak bersahabat. Ia mencontohkan seorang Radek Stepanek, pemain tenis yang baru saja mengantarkan tim Republik Ceko meraih Piala Davis. Meskipun sudah veteran, toh Stepanek tampil gagah berani dan sukses.

“Ketika saya melihat Stepanek di usia 34 tahun, tampil dalam tiga laga final Piala Davis dan rela mati demi negaranya, saya pikir pemain yang berusia 23 atau 24 tahun (Mesut Ozil dan Sami Khedira) semestinya bisa bermain dalam dua pertandingan dalam empat hari. Dan karena hanya saya yang berbicara tentang hal ini, dan satu-satunya yang mengeluhkan keadaan semacam ini, jelaslah bahwa saya telah menjadi pria jahat,” pungkas Jose Mourinho.

Dan sekali lagi, Jose Mourinho memainkan perang mental. Sebuah lecutan yang biasanya sukses memanaskan para pemain Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda