Scroll to Top

Benarkah Sosial Media Mengancam Eksistensi SMS?

By Aisyah Indarsari / Published on Monday, 15 Aug 2011

Apakah Anda pernah memperhatikan, akhir-akhir ini lebih sering mana Anda mengirim SMS atau mengupdate status jejaring sosial Anda? Lebih massal mana efek yang disebabkan, jika dibandingkan antara mengirim sebuah SMS, dengan melakukan tweet di akun Twitter Anda?

Sungguh luar biasa, SMS, teknologi yang sudah kita gunakan hampir selama 15 tahun ini, yang hampir bisa menggantikan fungsi telefon, tidak terasa akan terancam era nya oleh beberapa teknologi dan kompetitor baru.

Dengan maraknya smartphone, jaringan 3G dan berbagai macam aplikasi dalam telepon genggam, memungkinkan Anda dengan mudah terhubung dengan jejaring sosial. Bukan tidak mungkin dalam waktu 3 hingga 5 tahun mendatang bisa menggulingkan dominasi SMS dalam hal komunikasi.

Bahkan pada peristiwa kerusuhan London pun dilaporkan, jejaring sosial lah media yang paling gencar merespon informasi yang beredar saat kejadian. Terbukti pada saat genting pun, SMS sudah merupakan pilihan kesekian dalam menyambung informasi ke sesama nya.

Seperti yang dikutip dari SimplyZesty, berikut beberapa poin yang diprediksi dapat mempengaruhi jatuhnya era SMS:

Aplikasi Gratis Ikut Andil

Hal ini tidak lain salah satunya merupakan peran dari beberapa aplikasi gratis yang biasanya sudah termasuk dalam smartphone Anda. Aplikasi tersebut memudahkan Anda untuk login pada akun jejaring sosial Anda, dan kemudian yang Anda butuhkan hanya koneksi data:  voila! Anda dengan mudah mengirim banyak pesan atau mengupdate banyak status dengan biaya lebih murah dari sebuah kiriman SMS, atau bahkan gratis.

Smartphone Yang Disalahkan

Pihak operator seluler yang menggantungkan traffic SMS mungkin sudah mulai dibuat khawatir. Kepemilikan smartphone dengan aplikasinya, yang sudah banyak digunakan masyarakat, memungkinkan mereka melakukan banyak kemungkinan komunikasi, bisa dengan Messanger, Email dan yang pasti, Jejaring Sosial. Sebagai tambahan fakta, bahwa koneksi 3G dan WiFi meningkat berbanding terbalik dengan penurunan penggunaan SMS.

Masalahnya Hanya Fragmentasi

Satu-satunya masalah bagi jejaring sosial, adalah komunitas pengguna yang berbeda-beda bagi tiap platformnya. Facebook, Twitter atau bahkan BBM memiliki komunitas sendiri yang terkadang tidak berhubungan antara satu dengan lainnya. Lain halnya dengan SMS, dengan SIM card yang selalu menempel pada telepon seluler, mayoritas komunitas Anda dimanapun pasti memilikinya. Cukup dengan sebuah portal, Anda dapat menghubungi mereka semua.

Akan tetapi hal ini sudah mulai sedikit teratasi dengan mulai banyaknya sinkorinasi diantara platform jejaring sosial, sehingga dengan cukup melakukan update status sebuah jejaring sosial, Anda sudah dapat mengupdatenya langsung secara simultan ke berbagai situs jejaring sosial lainnya.

Facebook Yang Paling Berpotensi

Dari kesekian banyak jejaring sosial, Facebook lah yang saat ini paling mungkin menggeser SMS untuk komunikasi. Dengan pendekatannya pada lebih dari 750 juta pengguna diseluruh dunia, belum lagi aplikasinya yang sudah sedemikian masal bahkan bukan hanya terbatas pada smartphone saja, ditambah lagi kini fitur Facebook Messanger semakin mengokohkan posisinya sebagai cikal bakal pengganti SMS.

Perubahan Perlu Waktu

Walaupun terkadang perubahan terasa terjadi hanya dalam waktu semalam saja, sebenarnya hal ini sudah mulai berlangsung lama. Seperti juga dengan hal ini yang sudah mulai kita rasakan sejak sekarang. Jika pihak operator ponsel tidak segera menyiasati perubahan ini, bisa dipastikan mereka tidak akan mungkin bisa bersaing dengan sosial media dalam waktu 3 sampai 5 tahun kedepan. Kita tunggu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda