Scroll to Top

PSSI Cari Ganti 3 Anggota Joint Committee Yang Mundur

By Agus Prasetyo / Published on Tuesday, 27 Nov 2012

Selain fokus pada masalah Timnas Indonesia, PSSI kini juga harus fokus pada masalah Joint Committee (JC). Hal ini tidak terlepas dari mundurnya 3 anggota Joint Committee, sebagai perwakilan dari PSSI.

Seperti yang diketahui bersama, 3 anggota Joint Committee perwakilan PSSI telah mengajukan pengunduran diri. Mereka adalah Todung Mulya Lubis, Saleh Ismail Mukadar dan Catur Agus Saptono.

Alhasil kini PSSI tinggal memiliki satu perwakilan di Joint Committee, yaitu CEO PT LPIS Widjajanto.

Ketika dimintai konfirmasinya, Sekjen PSSI Halim Mahfudz mengatakan bahwa pihaknya akan segera mencari pengganti 3 anggota Joint Committee untuk kembali mewakili PSSI.

Halim Mahfudz juga menegaskan jika PSSI telah memiliki 3 calon nama sebagai pandangan, yang kelak akan menggantikan 3 anggota yang telah mengundurkan diri tersebut.

Nama-nama itu adalah Saud Sirait dan Ray Akbar yang berasal dari komite etik serta Umar Muslim bin Salim bagian dari komite banding.

“SK penetapannya segera akan diputuskan, setelah ketiga orang tersebut menyatakan kesiapan untuk mewakili PSSI di JC” ungkap Halim di Jakarta, Senin (26/11/2012).

PSSI terpaksa menyiapkan tiga pengganti, setelah secara resmi Catur Agus Saptono menyatakan mundur menyusul dua rekannya yang telah lebih dahulu mengundurkan diri.

“Sebetulnya Pak Catur telah mundur sebelum Pak Saleh, namun secara resmi baru saat ini disampaikan” jelas Halim Mahfudz.

Sekedar mengingat kembali, sebelumnya Ketua JC yang juga mewakili PSSI Todung Mulya Lubis menyatakan mundur dari JC karena permasalahan kesibukan serta kurang cepatnya penyelesaian dalam rapat Komite Bersama.

Langkah tersebut juga diikuti Saleh Mukadar, yang menilai pertemuan-pertemuan dalam rapat JC selalu menemukan jalan buntu dan tidak membuahkan hasil. Dan terakhir langkah mundur juga diikuti Catur Agus Saptono.

Setelah 3 anggota joint committee (JC) mengundurkan diri, PSSI segera mencarikan penggantinya.

Hal ini dimaksudkan agar proses kelanjutan untuk menyelesaikan kisruh sepak bola Indonesia tidak jalan di tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda