Scroll to Top

Menganggur Bisa Menjadi Sebab Serangan Jantung

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 28 Nov 2012

need work

Ada hubungan antara seseorang yang menganggur dengan kesehatan jantung. Pengangguran memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena serangan jantung, Bahkan, risiko ini tingkatannya mungkin sejajar dengan penyebab masalah kardiovaskular lainnya seperti merokok, hipertensi, atau diabetes. Demikian menurut studi dari Department of Community and Family Medicine Universitas Duke di Durham, New York, seperti dikutip Health.

Peneliti menyelidiki 13.500 relawan orang dewasa dari berbagai ras dan etnis utama. Mereka diamati selama hampir 20 tahun, terkait dengan ketidakstabilan dalam pekerjaan yang dihubungkan dengan kesehatan jantung. Dari relawan ini diketahui, ada 14 persen dari mereka yang menganggur. Sekitar 7 dari 10 relawan minimal kehilangan satu pekerjaan selama masa studi.

Hasilnya, orang yang menganggur memiliki risiko terkena serangan jantung lebih tinggi. Sementara itu, orang yang kehilangan pekerjaan – karena dipecat atau mengundurkan diri – juga mengalami peningkatan risiko serangan jantung secara bertahap. Hanya saja, risiko tidak ditemukan pada mereka yang pensiun dini dan dilakukan dengan sukarela.

“Apa yang kami temukan adalah risiko serangan jantung secara signifikan lebih tinggi di antara pengangguran, dan risiko meningkat secara bertahap ketika masing-masing kehilangan pekerjaan tambahan,” kata Matius Dupre, penulis utama studi.

Selama masa studi ditemukan hampir 8 persen relawan yang mengalami serangan jantung. Secara fisik, mereka tampak jauh terlihat tua. Kehilangan pekerjaan juga membuat orang menerapkan gaya hidup tidak sehat dengan pikiran yang cenderung depresi. Ini bisa mempengaruhi tekanan darah meninggi, obesitas, dan keburukan lainnya yang dapat memicu serangan jantung.

Peneliti mengatakan, risiko terkena serangan jantung ini mungkin tidak begitu signifikan jika hanya dialami kurang dari setahun. Tapi, lebih sering menganggur lebih dari setahun membuat pelakunya lebih tinggi mendapat risiko ini. Risiko yang sama juga dialami orang yang kehilangan pekerjaan berkali-kali dibanding orang yang tidak pernah kehilangan pekerjaan. Setiap kali kehilangan pekerjaan, risiko serangan jantung ikut naik.

“Pengangguran mengakibatkan stres fisiologis substansial. Stres ini telah dikaitkan dengan risiko berlebihan untuk kejadian kardiovaskuler. Dan, stres itu sendiri menyebabkan berbagai tanggapan pro-inflamasi yang dapat menjadi jalan sebab-akibat peningkatan kejadian kardiovaskuler,” kata Gregg Fonarow, profesor kardiologi di Universitas California di Los Angeles.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda