Scroll to Top

Cara Menghadapi Pasangan yang Temperamental

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 28 Nov 2012

angry_couple

Tidak enak memiliki kekasih yang temperamental alias gampang marah. Sebab, semua jadi serba salah jika melakukan hal yang tidak disukai. Seringkali kekasih marah dengan alasan ingin melindungi dan mengayomi. Tetapi, hal tersebut juga tidak bisa dibenarkan kalau hampir setiap tindakan harus minta izin demi mendapat restunya.

Masalah seperti mesti diselesaikan. Jika semakin berlarut, bukan tidak mungkin sikap temperamental akan berbuah sikap posesif dan bermain fisik secara kasar. Untuk itu, setidaknya ada empat langkah yang bisa Anda coba untuk menghadapi kekasih yang temperamental:

  1. Bahaslah masalah ini bersama-sama. Usahakan situasi hati sedang dingin sehingga bisa membahas dengan pikiran jernih. Utarakan jika Anda tidak suka dirinya terlalu sering marah dan sampaikan bahwa sifat tersebut bisa diubah. Barangkali dia pun akan marah seusai Anda menyampaikan keluhan.  Biarkanlah hal tersebut. Dia juga perlu waktu untuk bisa memahami keinginan Anda. Pastinya, dia sudah mengetahui kalau Anda tidak menyukai dirinya menjadi gampang marah.
  2. Jangan seterusnya berkompromi dengan kemarahannya. Mungkin satu-dua kali, Anda masih bisa memahami kemarahannya. Tapi kalau terlalu sering dimarahi, Anda juga pasti sakit hati. Ketegasan diperlukan dalam masalah ini. Jika kemarahannya sudah keterlaluan, Anda bisa ikut marah agar dia tahu Anda tidak setuju dengan keputusannya. Ini bisa melatih dirinya untuk memahami Anda.
  3. Pahamkan dia tentang arti sebuah hubungan. Berkatalah padanya bahwa sebuah hubungan itu dibangun dengan sikap memberi dan menerima antara dua orang. Jika Anda mau berkorban dan mendengarkan segala keluhannya, dia pun seharusnya melakukan hal yang sama.
  4. Berlatihlah untuk bisa mengatakan “tidak” pada hal yang seharusnya tidak Anda setujui. Semakin Anda mampu untuk menolak kemarahannya yang tidak masuk akal, dia akan mulai menghormati Anda. Dia harus berpikir ulang saat hendak memaksakan kehendaknya pada Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda