Scroll to Top

Istri Ikut Mencari Nafkah Berisiko Alami Kekerasan

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 01 Dec 2012

kekerasan rumah tangga

Ada risiko negatif dari pasangan yang sama-sama mencari nafkah di luar rumah. Studi dari Houston State University dan Crime Victims Institute mengatakan, wanita memiliki kemungkinan mendapatkan perlakuan kasar secara fisik dari pasangan ketika ikut bekerja di luar rumah. Sebaliknya, risiko kekerasan fisik pada wanita justru  lebih rendah ketika sebuah rumah tangga hanya suami saja yang bekerja, sementara istri tinggal di rumah.

Ketika pasangan sama-sama bekerja memang akan memberikan kenaikan pada pendapatan keluarga. Tapi, bukan berarti hal tersebut lantas begitu saja memunculkan kesejahteraan. Sebagian pria memandang, dengan luasnya penguasaan aset rumah tangga oleh wanita bisa membuat rendah diri. Hal  tersebut juga memunculkan kecemburuan pria pada pasangannya saat wanita mulai melakukan perlawanan setelah bisa menghasilkan pendapatan sendiri.

“Ketika pria dan wanita bekerja, kekerasan mungkin (terjadi) dua kali lebih tinggi dibanding ketika hanya pria yang mencari nafkah dalam hubungan, memberikan peluang munculnya gagasan bahwa wanita yang bekerja bisa menentang otoritas dan pria dalam suatu hubungan,” kata Franklin dan Menaker, peneliti studi, seperti dikutip Times of India.

Studi ini melibatkan 303 wanita. Mereka telah atau baru saja memiliki hubungan dengan pria. Studi difokuskan pada kaitan antara kekerasan pada pasangan yang dihubungkan dengan tingkat pendidikan dan status pekerjaan.

Sementara itu, ketika dikaitkan dengan status pendidikan, pengaruhnya cukup kecil dalam menimbulkan kekerasan terhadap pasangan. Namun, ketika kedua pasangan sama-sama mencari nafkah, kekerasan banyak ditemukan dengan korban dari pihak wanita. Beberapa contoh kekerasan yang muncul yaitu memukul, mendorong, menggigit, hingga mengancam dengan senjata tajam.

Dari studi ditemukan, 60 persen wanita mengalami kekerasan tersebut dalam kondisi dirinya dan pasangan prianya sama-sama bekerja. Namun, saat wanta berada di rumah dan suaminya saja yang bekerja, kekerasan terhadap wanita “hanya” ada 30 persen.

Studi ini dimuat dalam jurnal Violence Against Women.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda