Scroll to Top

8 Risiko Memakai Kosmetik pada Tubuh

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 02 Dec 2012

pakai make up

Memakai kosmetik dan produk perawatan tubuh tidak bisa sembarangan. Sekali pun semua itu dapat memperbaiki penampilan Anda, tapi jangan lupakan efek sampingnya dalam jangka panjang. Bahan kimia dalam kosmetik sama bahayanya dengan bahan karsinogenik penyebab kanker. Oleh karena itu, jika tidak mendesak, sebaiknya tampilkan sisi kecantikan alami Anda tanpa kosmetik.

Dikutip dari Times of India, berikut ini efek samping yang bisa muncul pada pemakaian kosmetik secara rutin dalam jangka panjang:

  1. Lipstik. Beberapa produk lipstik mengandung bahan kimia dan minyak yang merusak bibir. Bahan berbahaya kerap ditemukan pada lipstik merah. Jika lipstik mengandung timbal, maka bisa menimbulkan kerusakan otak dan kelainan perilaku. Minyak dalam lipstik juga menutupi pori-pori yang dapat mengganggu perkembangan sel kulit.
  2. Pelembab. Kebanyakan pelembab memiliki bahan sejenis deterjen dengan konsentrasi tinggi. Bahan ini menurunkan fungsi pelindung kulit yang alami. Pada pelembab yang memakai minyak mineral dan parafin justru dapat menghilangkan kelembaban kulit karena rusaknya pelindung kulit. Untuk itu, pilih pelembab yang terbuat dari minyak nabati. Pelembab yang baik memiliki bahan utama air, hidrosol, minyak nabati, dan emulsifier.
  3. Cat kuku. Cat kuku bisa merusak kekuatan kuku. Pori-pori kuku akan tertutup sehingga membuat kuku berwarna kekuningan dan tidak sehat. Kelamaan kuku bisa cepat rapuh dan mudah patah.
  4. Bedak. Partikel dalam bedak bisa menyebabkan alergi dan infeksi paru-paru. Kelembaban kulit pun ikut hilang. Pada partikel bedak yang terbuat dari asbes, dapat mengganggu sistem reproduksi dan mengganggu lapisan ovarium. Jangka panjangnya akan memicu kanker ovarium.
  5. Krim pemutih. Kebanyakan krim pemutih kulit mengandung hydroquinone. Zat kimia ini dapat menyebabkan kulit kemerahan, mengelupas, ruam, kulit kering, dan terasa terbakar. Lebih baik, gunakan pemutih kulit dari bahan alami atau kosmetik yang berbahan dasar ekstrak herbal dan minyak esensial.
  6. Waxing. Mengambil rambut tubuh dengan wax juga berbahaya. Kekurangan metode ini adalah kemungkinan muncul pendarahan kecil, benjolan merah, hingga rambut tumbuh ke dalam. Kalau wax diterapkan pada wajah, bisa membuat kulit muka menggelambir lebih awal. Kulit akan kehilangan elastisitasnya. Strip wax dapat mengganggu folikel rambut dan menyebabkan infesi dengan adanya luka.
  7. Pewarna rambut. Zat berbahaya pada produk ini adalah P-phenylenediamine. Bahaya yang bisa ditimbulkan adalah kanker, toksisitas organ reproduksi, neurotoksisitas, alergi, toksisitas imun, iritasi kulit, mata, hingga ke paru-paru. Efek samping ringan adalah rambut rontok, kemerahan di kulit, gatal pada rambut, pembengkakan wajah, dan sesak napas.
  8. Deodoran dan antiperspirant. Alkohol dalam deodoran bisa memicu iritasi dan gata kemerahan yang berujung pada masalah pigmentasi kulit. Sedangkan, antiperspirant mengandung senyawa alumunium yang menghambat keringat keluar. Bahayanya, keringat yang seharusnya dibuang justru tidak bisa dikeluarkan. Pori-pori tersumbat oleh bahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda