Scroll to Top

Arsenal: Arsene Wenger Yang Suka Mengatasi Masalah Rival

By Wan Faizal / Published on Monday, 03 Dec 2012

Arsene.Wenger

Inkonsistensi, inkonsistensi, dan inkonsistensi. Satu kata tersebut rasanya selalu menjadi teman setia Arsenal dalam beberapa musim terakhir, yang menjadikan mereka tak ubahnya tim medioker di Liga Inggris. Permasalahan klasik tersebut sebenarnya tak perlu terjadi andai Arsene Wenger lebih suka mengatasi masalah dalam timnya sendiri daripada membantu mengatasi masalah yang dimiliki rival. Maksudnya?

Tengok dalam beberapa musim terakhir, terutama dalam dua musim terakhir ini dimana keputusan Wenger menjual pemain pilarnya justru menguntungkan rival dalam persaingan gelar juara Premier League.

Musim lalu, Wenger menjual Cesc Fabregas ke Barcelona dan Samir Nasri ke Manchester City. Hasilnya? Di akhir musim City sukses menjadi jawara bersama Nasri. Sebelumnya City juga sudah mendapat “kiriman pemain” dari Arsenal dalam diri Gael Clichy dan Kolo Toure.

Anehnya, Wenger seperti tak menyadari hal tersebut dengan kembali menjual pemain bintang jelang musim ini dimulai. Secara mengejutkan, ia tak mau menuruti permintaan Robin van Persie yang ingin mendapatkan kontrak baru yang sesuai dan ingin Arsenal bisa bersaing di pasar transfer, padahal saat itu Wenger punya dana yang melimpah untuk menuruti keinginan sang kapten. Pada akhirnya, Van Persie pun pergi ke Manchester United, dan disusul hengkangnya Alex Song ke Barca.

Tanpa Van Persie, lini depan The Gunners seperti meriam lapuk. Kedatangan Olivier Giroud, Santi Cazorla, dan Lukas Podolski bukanlah solusi jangka pendek bagi Arsenal karena ketiganya masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan liga yang baru bagi mereka.

Dan kini lihatlah, di saat Arsenal mengalami kesulitan, United justru mendapatkan solusi di lini depan mereka berkat adanya Van Persie. Posisi di klasemen sementara bisa dijadikan bukti sahih. United berada di puncak klasemen, unggul 15 angka dari Arsenal di peringkat 10.

Arsenal vs Swansea

Keadaan di lapangan juga menunjukkan bahwa United benar-benar mendapat solusi dari kehadiran Van Persie. Tengok saja catatan apik The Red Devils musim ini. 15 pertandingan telah mereka lakoni, dimana 10 diantaranya mereka tertinggal lebih dulu, dan pada akhirnya sukses memenangi tujuh laga diantaranya.

Apa kontribusi RvP dalam kondisi tersebut bagi MU? Van Persie mencetak gol-gol penting saat United tertinggal lebih dulu, termasuk ketika laga lawan Fulham, hat-trick lawan Southampton, gol kemenangan lawan Liverpool, serta saat versus Reading akhir pekan kemarin.

Tanpa Van Persie, dijamin United kini tak akan berada di posisi yang mereka tempati sekarang karena Van Persie mampu menjadi pencetak gol disaat krusial bagi tim, termasuk di Liga Champions.

Robin Van Persie

Situasi tersebut sejatinya bisa didapatkan oleh Arsenal, andai Wenger tak menjual pemain kesayangannya tersebut ke rival. Bukan tidak mungkin, jika Van Persie saat ini masih bermukim di Emirates, Arsenal-lah yang kini nyaman menempati papan atas. Bukan tidak mungkin juga, pada musim depan Wenger melakukan hal yang sama lagi, mungkin pada Thomas Vermaelen, Theo Walcott, atau mungkin saja Jack Wilshere. Who knows?

So, stop solving your rival’s problem, Arsene!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda