Scroll to Top

Ajari Anak Gosok Gigi dengan Menyenangkan Sejak Dini

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 16 Aug 2011

Kapan sebaiknya anak-anak diajari kebiasaan menggosok gigi? Lebih dini itu lebih baik. Karena, gigi yang tidak terawat sejak kemunculannya pada masa balita, tetap memberikan rasa yang sakit ketika mengalami kerusakan. Apalagi untuk balita yang sudah mendapatkan makanan selain ASI, menggosok gigi lebih diperlukan lagi. Karena, sisa makanan yang tertinggal di gigi dapat  meningkatkan keberadaan bakteri di mulut, membuatnya asam, dan berisiko terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Mengajari anak menggosok gigi tidak bisa disamakan dengan mengajarinya saat remaja. Kegiatan menggosok gigi mesti dijadikan kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak tidak akan menjadi malas kalau hatinya riang, saat menggosok gigi tiap hari. Waktu yang dianjurkan gosok gigi adalah dua kali sehari, setiap pagi dan malam. Ini akan mengurangi risiko gigi berlubang.

“Begitu gigi anak tumbuh, Moms bisa mengajari anak menyikat gigi dengan cara yang menyenangkan,” kata drg. Zaura Anggraeni MDS, Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI, pada acara “Bulan Kesehatan Gigi Nasional”, seperti dikutip MSN.

Ditambahkannya, kebiasaan makan yang manis-manis juga sebaiknya dihindari. Jika anak rajin mengonsumsi yang manis, tapi malas menggosok giginya, dapat memunculkan karies. “Sebaiknya orangtua memeriksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” kata drg. Zaura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda