Scroll to Top

Tahun Pertama Menikah Belum Tentu Membahagiakan

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 05 Dec 2012

potong kue

Belum tentu menjadi pasangan yang baru saja menikah itu menyenangkan. Sebuah studi yang dilakukan Deakin University’s Australian Centre on Quality of Life menyatakan, ada sebagian pasangan yang justru tidak menikmati tahun pertamanya dengan baik. Masa satu tahun yang kerap dianggap sebagai periode bulan madu akhirnya menjadi sebatas impian.

Kondisi mereka berbanding terbalik dengan pasangan yang telah puluhan tahun hidup bersama. Dari 2.000 responden yang dimintai pendapatnya, banyak dari mereka yang tahun pertama menikah tidak sebahagia pasangan yang menikah puluhan tahun. Dari skala 0 hingga 100 terhadap indikator kebahagiaan, pasangan yang tahun pertamanya bahagia punya skor 73,9. Sebaliknya, pasangan yang sudah menikah hingga 40 tahun lebih, punya skor bahagia 79,8.

Peneliti mengatakan hal tersebut di luar dugaan. Persepsi umum terhadap pernikahan adalah pasangan merasa sangat bahagia di usia awal hidup bersama pasangan. Namun, hasil ini justru mengubah persepsi bahwa tahun pertama pernikahan bukan berarti pasangan pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang maksimal, dibanding pasangan yang telah lama menikah

“Orang-orang membayangkan hari pernikahan mereka menjadi hari terbaik dalam hidup mereka,” kata Dr Melissa Weinberg, penulis utama studi, seperti dikutip Times of India.

“Setelah hari besar, semua pasangan menyisakan foto, video, tumpukan tagihan, dan kesadaran bahwa Anda baru saja membuat keputusan hidup yang besar untuk lebih baik atau buruk,” tambah Weinberg.

Sementara itu, John Aiken, seorang konselor mengatakan, banyak pasangan yang terlalu fokus untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk hari pernikahannya. Kadang kala masih ada beberapa masalah yang sebenarnya mesti diselesaikan usai acara itu. Dan, pasangan mungkin agak kaget ketika mulai memasuki fase baru dalam beradaptasi dengan kehidupan normal setelah acara pernikahan itu.

“Mereka begitu tenggelam dalam kegembiraan di hari pernikahan, (namun) sulit untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan normal yang membosankan berikutnya. Ini adalah post-wedding blues,” kata Aiken.

Namun, pasangan akan senantiasa belajar dalam satu tahun usia pernikahannya. Adaptasi dengan realitas kehidupan membuat mereka bisa meningkatkan kebahagiaannya. Dalam studi terlihat, ketika sudah memasuki tahun kedua pernikahan, skor kebahagiaan pasangan meningkat menjadi 78,4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda