Scroll to Top

Carlo Ancelotti Dipecat?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 17 May 2011

Menyusul kegagalan Chelsea di semua ajang yang mereka ikuti (Liga Inggris, Piala FA, Piala Carling, dan Liga Champions), merebak kabar tak sedap bahwa pelatih yang menukangi The Blues, Carlo Ancelotti, harus siap-siap angkat kopor dari Stamford Bridge. Konon, sang taipan minyak dari Rusia sekaligus pemilik Chelsea, Roman Abramovich, tidak mau menerima tim yang disuntiknya dengan modal besar, menjadi “pecundang” musim ini. Benarkah demikian?

Carlo AncellotiGaransi Liga Champions

Sebenarnya, Don Carlo, panggilan Carlo Ancelotti, bukanlah pelatih kacangan. Ia sudah membuktikan bahwa di AC Milan, ia mampu menyumbangkan trofi Liga Champions. Inilah alasan utama Roman Abramovich meminang Ancelotti menjadi pelatih. Kita bisa mengingat kembali, pola yang sama pernah dilakukan Abramovich pada pendahulu Don Carlo, Jose Mourinho. Kala Jose Mourinho sukses membawa Porto sebagai juara Liga Champions, ia juga segera direkrut Abramovich. Setelah dua musim menghasilkan gelar juara liga dan semusim sebagai runner-up, Mourinho didepak karena beberapa faktor. Pertama, karena Mourinho lebih suka membangkucadangkan Andrii Shevcenko padahal Sheva adalah pemain kesayangan Abramovich. Kedua, karena Mou gagal membawa Chelsea sebagai yang terbaik di Eropa. Roman Abramovich lebih suka klubnya juara Liga Champions daripada Liga inggris.

 

Cedera dan Pertengkaran Ruang Ganti

Kembali pada Carlo Ancelotti, musim pertamanya di Chelsea begitu gemilang. Ia berhasil merebut dua gelar, Liga Inggris dan Piala FA. Bahkan, skuad Don Carlo musim 2009/2010 berhasil mencetak 103 gol, jumlah terbesar sepanjang sejarah Liga Inggris. Musim ini pun, diawali dengan gemilang. Dalam dua laga awal, Chelsea mencetak dua kemenangan kembar, 6-0. Sayang, pada pertengahan musim, banyak pilar Chelsea cedera dan terjadi konflik di ruang ganti. Konon, Carlo Ancelotti puasa bicara dengan dua pilar utama The Blues, John Terry sang kapten dan Frank Lampard. Kondisi ini jelas mengacaukan semangat Chelsea. Bahkan, mereka sempat tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen, Manchester United.

 

Pelapis Yang Tak Seimbang

Selain karena faktor nonteknis, kelemahan utama Chelsea terletak pada tidak seimbangnya pemain utama dan pemain pengganti. Jeffrey Bruma, Joshua McEachran, Pattrick van Aanholt, atau Gael Kakuta belum mampu menggantikan para seniornya yang memasuki usia uzur. Sementara itu, Ancelotti sendiri sebenarnya cuma memaksimalkan skuad peninggalan Jose Mourinho. Barulah pada paruh kedua, Chelsea membeli Fernando Torres dan David Luiz. Dengan kedua pemain ini, Chelsea sempat menipiskan jarak dengan Manchester United hingga hanya berselisih 3 poin. Namun, di laga penentuan di Old Trafford pada pecan ke-36 Setan Merah mampu menaklukkan Chelsea 2-1 lewat gol cepat Javier “Chicarito” Hernandez dan sundulan kepala Nemajna Vidic. MU menang dan akhirnya berhasi merebut gelar ke-19 sedangkan Chelsea mesti puas di posisi runner-up.

 

Pengganti Lebih Baik?

Kegagalan Chelsea musim ini dan isu akan dipecatnya Carlo Ancelotti setelah pertandingan pamungkas melawan Everton juga masuk ke ruang ganti. Petr Cech, kiper utama Chelsea, bulan lalu pernah berkata bahwa nasib Ancelotti tidak ada di tangan pemain, tapi di tangan manajemen. Sementara itu, John Terry ingin Ancelotti tetap menukangi Chelsea musim depan. Komentar dari luar pun bermunculan. Mencopot pelatih setelah gagal tentu perkara mudah. Namun, tidak semua hal bisa diselesaikan dengan instan. Don Carlo bisa saja pergi. Namun, apakah Abramovich akan mendapat pengganti yang lebih baik?

 

 

One thought on “Carlo Ancelotti Dipecat?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda