Scroll to Top

Sriwijaya FC Ingin Suporter Bersatu!

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 06 Dec 2012

Kerusuhan suporter dalam memberikan dukungan bagi tim Sriwijaya FC, membuat manajemen angkat suara. Secara terbuka pihak manajemen Sriwijaya FC berharap agar para elemen suporter yang terpecah menjadi beberapa bagian, untuk bisa bersatu dibawah satu nama.

Sebelumnya pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas menyusul kejadian pembakaran tiga unit sejumlah motor, saat pertandingan uji coba melawan PS Bank Sumsel Babel (10/10).

Alhasil anggota kelompok suporter hanya diizinkan memakai baju resmi Tim Sriwijaya Football Club, saat menyaksikan pertandingan Inter Island Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang 7 hingga 11 Desember 2012.

Ketika dimintai konfirmasinya, ketua kelompok Suporter Beladas Korwil Simanis Qusoy tidak membantah hal tersebut.

“Para suporter diperlakukan layaknya penonton umum. Jadi tidak boleh ada atribut bertulisan Singa Mania dan Beladas” ungkap Ketua Kelompok Suporter Beladas Korwil Simanis Qusoy, Selasa (4/12/12).

Selain itu suporter juga tidak boleh membawa hal-hal lainnya yang dianggap mencirikan indentitas diri dan dilarang membawa alat musik.

“Pada prinsipnya Beladas siap mentaati aturan manajemen klub dan kepolisian. Pertandingan Sriwijaya FC melawan PSPS pada 7 Desember nanti merupakan uji cobanya. Jika aman, maka saat Liga Super Indonesia berlangsung diizinkan menjadi layaknya suporter” tambahnya.

Meski membaur bersama penonton umum di tribun timur, namun tetap tidak menyurutkan semangat memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC.

Berbeda dengan Beladas, Singa Mania akan diplot manajemen pada tribun barat atas kosekwensi serupa.

Ketika dimintai konfirmasinya, Direktur Keuangan Sriwijaya Augie Bunjamin tidak membantah hal tersebut.

Augie Bunjamin mengatakan bahwa aturan baru bagi para suporter itu harus disosialisasikan pimpinan Singa Mania dan Beladas ke anggota.

“Intinya tidak ada lagi kompromi, jika ada atribut mencirikan sebagai anggota kelompok suporter tertentu maka akan dilarang masuk karena pihak kepolisian akan memeriksa di pintu masuk stadion” tegas Augie Bunjamin.

Manajemen menilai tindakan tegas kepolisian itu harus direspon positif, sebagai upaya memutus rantai perseteruan antara Singa Mania dan Beladas.

Pasalnya selama ini setiap perkelahian yang berujung korban selalu berlindung dibalik indentitas sebagai kelompok suporter Sriwijaya FC.

Manajemen klub asal Sumsel itu terpaksa membekukan untuk memberikan pembelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Nanti jika ada yang berkelahi akan langsung digelandang ke kantor polisi dan dianggap tindakan kriminal secara pribadi” tambah Augie Bunjamin.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda