Scroll to Top

Mengapa Pengguna Google Plus Didominasi Mahasiwa?

By Aisyah Indarsari / Published on Wednesday, 17 Aug 2011

Masih ingat statistik Google+ seperti yang diberitakan Sidomi News yang lalu? Hanya dalam waktu satu bulan, jejaring sosial besutan Google ini berhasil menjaring 25 juta pengguna, yang 60% penggunanya berusia 18-25 tahun dan 63%nya laki-laki.

Jadi kesimpulannya, mayoritas remaja kuliahan lah yang banyak hangout di Google+. Bagaimana bisa dan mengapa?

Bisa dipahami pasti banyak remaja kuliahan lah yang pertama kali mengetahui tentang berita peluncuran jejaring sosial baru Google+ ini. Dan banyak dari mereka yang memohon untuk bisa mendapatkan undangan untuk ikut-ikutan bergabung, walaupun mungkin pada awalnya agar tampak mengikuti tren mode.

Masalahnya setelah mereka bergabung dan mengetahui banyak fitur-fitur menariknya jika dibanding jejaring sosial yang lain, mereka mendapati belum banyak teman-teman mereka yang bergabung di Google+ juga.

Para early adopter ini seperti umumnya didominasi laki-laki, sedangkan para wanita tampaknya sedang menunggu teman-teman wanita lainnya juga ikut bergabung dengan jejaring sosial baru ini.

Nah, bagi Anda yang masih menimbang-nimbang perlu atau tidaknya ikut bergabung dengan Google+, berikut beberapa bahan pemikiran tentang kelebihan Google+ jika dibandingkan dengan jejaring sosial lainnya seperti yang dikutip dari SocialMediaToday:

  1. Jika Anda memperhatikan, ikon Google+ ini bahkan sudah ada pada Gmail, Google Calender dan Documents Anda. Jadi, jika Anda sudah familier dengan banyak produk Google lainnya, kurang lengkap rasanya jika tidak menambahkan Google+ pada portofolio Anda. Ditambah lagi, kini fitur Games sudah ada di Google+ bagi Anda pecinta game sejati.
  2. Google+ menawarkan platform yang lebih banyak memancing interaksi jika dibandingkan hanya sebagai dinding status yang singkat saja.
  3. Google+ Hangout memungkinkan Anda bervideo chatting dengan lebih dari 2 orang sekaligus.
  4. News feed di Google+ bisa diatur agar dapat dibaca khusus pada Circle tertentu Anda saja.

Dengan dukungan para mahasiswa/remaja kuliahan pada usia produktif, Google+ akan lebih cepat berkembang untuk mengejar eksistensi jejaring sosial terdahulunya. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk si remaja kuliahan mayoritas pengguna Google+ ini? Atau menurut Anda ada komunitas lain yang memiliki andil lebih besar terhadap perkembangan Google+ nantinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda