Scroll to Top

Olivier Giroud: Saya Gabung Arsenal Di Waktu Yang Salah

By Wan Faizal / Published on Saturday, 08 Dec 2012

Olivier Giroud

Striker Arsenal, Olivier Giroud, merasa dirinya memutuskan bergabung dengan Arsenal di waktu yang tidak tepat. Ucapan itu keluar karena ia merasa terbebani dengan kondisi Arsenal saat ini yang menjalani start terburuk dalam 18 tahun terakhir.

Arsenal memang sudah tujuh tahun tak merasakan gelar di ajang besar yang mereka ikuti. Hal itu diperburuk dengan “tradisi” menjual pemain bintang dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Fakta tersebut membuat Giroud merasa terbebani harus secepatnya membawa Arsenal kembali seperti dahulu.

Posisi Giroud semakin sulit karena ia dianggap menggantikan seorang Robin van Persie yang musim lalu mencetak 30 gol bagi Arsenal di Premier League, meski Giroud membantah anggapan tersebut.

“Ya, sepertinya saya bergabung di waktu yang salah. Saya merasakan tekanan pada hasil akhir yang diraih tim, bukan pada situasi dimana saya menggantikan pendahulu saya. Ketika Anda bergabung dengan klub besar, tentu Anda akan menggantikan posisi striker lain. Namun tak ada gunanya Anda memikirkan hal tersebut,” ucap Giroud.

The Gunners yang saat ini duduk di posisi ke-10 dengan 21 poin diharapkan Giroud mau memainkan lebih banyak bola crossing yang memang bisa jadi santapan empuknya. Giroud sendiri hingga kini telah mencetak tujuh gol dalam 22 laga yang telah dilakoni Arsenal.

“Kami memang perlu lebih efisien di lapangan. Ketika melakukan penyerangan, saya memang lebih banyak berharap ada umpan crossing. Saya telah membicarakan hal tersebut dengan rekan setim.”

“Arsenal punya tradisi permainan bola-bola pendek, bahkan mungkin terlalu sering memainkan pola tersebut. Namun saya cukup beruntung berada di sebuah tim yang punya kebiasaan bebas membicarakan tentang strategi seperti itu.”

Lebih lanjut, meski tak banyak membeli pemain bintang untuk menggantikan bintang yang pergi, Giroud yakin Arsenal akan tetap mampu berprestasi. Adalah pengalaman pribadinya bersama Montpellier yang mengajarinya bahwa sebuah tim tetap bisa berprestasi meski minim pemain mahal.

“Pengalaman saya membuktikan bahwa tim bisa juara meski tanpa pemain bintang. Manchester City bisa juara karena kekuatan uang. Namun Montpellier bisa juara dengan mengalahkan PSG yang bermodalkan uang banyak,” aku Giroud.

“Musim ini kami membeli Santi Cazorla dan ia tidak berharga 50 juta pounds. Arsene Wenger membangun tim dengan filosofinya. Meski tujuh tahun tanpa gelar, Arsenal memiliki identitas tersendiri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda