Scroll to Top

Cristiano Ronaldo Hebat, Rekan Satu Timnya Biasa-Biasa Saja

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 09 Dec 2012

Cristiano Ronaldo Hebat, Rekan Satu Timnya Biasa-Biasa Saja

Cristiano Ronaldo memang hebat, tapi rekan satu timnya biasa-biasa saja. Demikian yang diucapkan oleh Carlos Dunga, mantan pemain dan pelatih Brasil. Ucapan ini tidak ditujukan untuk teman-teman CR7 di Real Madrid. Melainkan isi skuad Portugal. Menurut Dunga, Portugal akan kesulitan di Piala Dunia 2014 karena hanya memiliki satu bintang. Selain itu, mantan gelandang terbaik Brazil ini menyebutkan, Spanyol harus memenangi Piala Dunia dua kali lagi untuk bisa dikatakan setara dengan negaranya.

Seorang Carlos Dunga meyakini, bahwa di Piala Dunia 2014, kompetisi demikian sengit. Maka, tidak mungkin seorang pemain, sehebat apa pun dia, memenangi Brazil 2014 jika tidak didukung oleh skuad yang baik. Dunga mencontohkan keberadaan Cristiano Ronaldo di Portugal. Penyerang Real Madrid memang sangat berbahaya, tapi ia bisa dikatakan menjadi satu-satunya bintang.

“Seorang pemain tak akan bisa memenangi turnamen sebesar Piala Dunia sendirian. Untuk menjadi juara, Anda mesti mengumpulkan para pemain hebat untuk mendukung seorang bintang. Sebagai contoh, Cristiano Ronaldo. Ia memiliki talenta hebat. Namun, rata-rata rekannya di Portugal cuma biasa-biasa saja (sehingga tidak mungkin memenangi Piala Dunia),” sebut Dunga.

Kualitas rekan-rekan di sekeliling pemain bintang inilah yang menurut Dunga, akan membedakan nasib Portugal dengan Argentina dan Brazil. Bagi Dunga, kedua negara ini memiliki potensi bagus di Piala Dunia 2014.

Messi lebih berpengalaman sekarang. Neymar juga tumbuh dengan penuh percaya diri. Dua tim ini, Argentina dan Brazil, memiliki sekumpulan pemain brilian untuk mendukung bintang mereka,” tutur Dunga.

Sang gelandang Brasil juga membahas Spanyol. Saat ini, dengan menjuarai Euro dua kali beruntun dan berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia 2010, La Furia Roja diprediksi akan mengulang prestasi kala tampil di Afrika Selatan. Meskipun demikian, bagi Dunga, bukan berarti Spanyol era ini mampu mengalahkan Brasil. Baginya, timnas Spanyol masih membutuhkan banyak pembuktian.

“Spanyol belum mampu menggantikan posisi Brasil sebagai negara teratas di dunia sepakbola. Mereka baru memenangi satu Piala Dunia. Kesuksesan mereka baru terbentuk dalam empat tahun terakhir. Spanyol harus memenangi dua Piala Dunia lagi, barulah kita bisa membicarakan kedudukan mereka,” kata kapten Brazil di Piala Dunia 1998.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda