Scroll to Top

Cara Cepat Mengendalikan Kemarahan

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 09 Dec 2012

marah

Setiap orang punya ekspresi marah. Dan, tidak semua orang bisa mengungkapkan kemarahannya. Malah ada yang lebih suka memendam emosi sehingga kemarahan terpaksa disimpan dalam dada. Sebaliknya, sebagian orang sangat gemar meluapkan kemarahannya ketika perasaannya tersinggung. Dia tidak bisa mengatur emosi pada orang yang membuatnya naik darah.

Marah adalah ekspresi yang wajar. Namun, kalau kemarahan harus selalu dipendam dalam hati, maka akan mempengaruhi masalah emosional dan fisiologis. Di balik sikap tenang, akan tersimpan rasa dendam. Efeknya bisa menimbulkan stres hingga depresi akut.

Kalau terlalu mudah mengekspresikan kemarahan juga tidak baik. Orang lain menjadi enggan mendekat. Komunikasi pun sebatas pada hal yang disukainya agar tidak marah. Meski bisa membuat hati lega, terlalu sering mengekspresikan marah juga membuat masalah tekanan darah dan hubungan sosial.

Jalan yang terbaik adalah mengendalikan kemarahan. Ada kalanya kemarahan perlu diluapkan, ada waktunya juga untuk dijaga. Sebenarnya, kemarahan pun bisa ditunjukkan dengan cara-cara yang lebih halus. Dikutip dari Times of India, berikut ada beberapa cara mengekspresikan kemarahan tanpa perlu sikap agresif:

  1. Bersikaplah tegas dan hindari sikap agresif. Anda ungkapkan keinginan Anda, tapi tetaplah memakai kata yang tidak kasar agar tujuan yang Anda inginkan bisa dipahami oleh lawan bicara.
  2. Hindari berteriak, mengangkat tangan, atau menjerit. Gunakan pilihan kata yang tidak bernada melecehkan lawan bicara.
  3. Jangan sampai hilang kendali. Semua yang diucapkan harus dalam kendali kesadaran. Sebab, jika Anda lepas kendali, bisa jadi Anda akan menyesali telah bersikap sesuatu yang salah kepada lawan bicara
  4. Jika sedang marah, cobalah menempatkan diri pada orang yang telah membuat kesalahan pada Anda. Evaluasi kesalahannya dan buatlah keputusan yang sifatnya memperbaiki kesalahan itu. Bisa jadi, kesalahan yang dibuatnya pada Anda nerangkat dari kehilafan yang tidak disengaja.
  5. Ada baiknya dengarkan dan evaluasi semua alasan dari orang yang membuat Anda marah, sebelum kemarahan itu Anda luapkan.
  6. Saat marah, Anda bisa meninggalkan tempat sejenak dan lakukan relaksasi agar bisa berpikir jernih. Baik pula jika Anda menguasai teknik-teknik relaksasi untuk membantu pikiran tidak mudah marah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda