Scroll to Top

Apakah Kebijakan Usia Pengguna Google Plus Mempengaruhi Popularitasnya?

By Aisyah Indarsari / Published on Wednesday, 17 Aug 2011

Jika Anda perhatikan, batasan usia pengguna Google+ berbeda dengan platform jejaring sosial sejenisnya. Google+ memberikan batasan usia yang jelas yaitu minimal 18 tahun bagi para penggunanya. Akan tetapi Facebook maupun jejaring sosial lain hanya menetapkan usia 13 sebagai angka minimalnya. Akankah hal ini mempengaruhi popularitas Google+?

Sudah bukan rahasia umum lagi, maraknya penggunaan Facebook baik oleh anak-anak muda sampai orang tua sekalipun terkadang membuat pengguna tidak mengindahkan peraturan usia ini. Para remaja yang berusia dibawah 13 tahun pun karena begitu inginnya memiliki akun di Facebook, sampai-sampai memalsukan usianya.

Penulis sendiri memiliki pengalaman ada saudara yang bahkan memasukkan anak-anaknya yang masih dibawah umur untuk bergabung bersama Facebook. Walaupun sudah tentu, akun tersebut hanya aktif sekali saja, yaitu pada saat akun tersebut dibuat. Hal ini yang kemudian membuat penulis sadar, jadi inilah yang ikut andil membuat pengguna Facebook meroket hingga 750 juta pengguna.

Nah, bagaimana dengan Google+? Ke-eksklusifan-nya sudah mulai tampak dari caranya menyortir nama-nama pengguna Google+ seperti yang diberitakan Sidomi News yang lalu. Ditambah dengan batasan usia minimalnya yang 18 tahun, jelas-jelas Google+ menargetkan pangsa pasar yang “dewasa”, jauh dari intervensi “anak-anak”.

Akan tetapi secara demografik statistik, 80 juta pengguna Facebook berusia 13-17 tahun, adalah angka yang sangat cepat berkembang. Jika Google+ tidak juga membidik pangsa pasar usia-usia ini, apakah mungkin akan dapat dengan cepat mengikuti kesuksesan Facebook?

Namun jika dilihat secara keuntungan finansial jangka panjang, jika Google+ bermaksud untuk menambahkan iklan pada platform jejaring sosial ini, memang usia 13-17 tahun bukan usia-usia yang prospektif untuk melakukan transaksi finansial. Orang-orang dengan rentang usia 35-44 tahun lah yang paling prospektif dibidik Google+.

Bisa dibayangkan bagaimana Google+ nantinya, jejaring sosial yang diperuntukkan bagi orang-orang dewasa yang berani tampil dengan nama aslinya, tidak sembunyi dibalik nickname nya saja, yang nantinya akan benar-benar memanfaatkan jejaring sosial ini dalam jangka waktu yang panjang, bukan hanya sekedar mengikuti tren saja.

Selamat bagi Anda yang sudah bergabung dengan Google+. Dan bagi Anda yang belum, segera dapatkan undangan (invitation) Google+ Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda