Scroll to Top

Liga Inggris: Demi Keselamatan, Pemain Wajib Kontrol Diri Dan Hormati Fans!

By Wan Faizal / Published on Tuesday, 11 Dec 2012

Ferdinand

Insiden pelemparan koin yang berbuntut keluarnya darah dari pelipis mata kiri Rio Ferdinand di akhir pertandingan Manchester City vs Manchester United lalu memang menyisakan banyak cerita dan evaluasi. Di satu sisi, fans harusnya tak boleh membawa benda seperti itu ke stadion. Namun di sisi lain, pemain juga harus menghormati fans dengan tidak melakukan selebrasi yang berlebihan.

Dalam pertandingan tersebut, gol kemenangan yang dicetak Robin van Persie di menit 92 dirayakan dengan suka cita oleh pemain United di depan suporternya sendiri yang bertamu ke Stadion Etihad. Namun selebrasi yang mereka lakukan dianggap berlebihan dan membuat emosi fans City memuncak.

Sebuah koin pun dilemparkan seorang fans City dan (hebatnya) tepat mengenai pelipis mata kiri Ferdinand dan membuat darah segar mengucur dari situ. Kejadian itu harusnya tak perlu terjadi andai pemain The Red Devils bisa lebih “sopan” dalam merayakan gol mengingat mereka berada di tempat yang menjadi markas lawan, begitulah menurut Jamie Redknapp, eks gelandang Liverpool yang juga putra dari Harry Redknapp.

Welbeck-Rooney-Ferdinand

“Perayaan gol adalah sebuah ekspresi kesenangan. Tapi jika itu dianggap sebagai sebuah provokasi oleh pihak lain, terutama di pertandingan tandang, maka akan menimbulkan reaksi yang berbeda. Kebiasaan pemain dalam merayakan gol kadang bisa membahayakan diri mereka sendiri,” ucap Jamie.

“Perasaan yang mengiringi pemain yang mencetak gol di menit akhir memang luar biasa dan sulit dikontrol karena kamu mencetak gol kemenangan untuk tim, manajer, keluarga, fans, dan tentu saja untuk diri sendiri. Jadi saya bisa paham apa yang dirasakan pemain Manchester United saat Robin van Persie mencetak gol kemenangan itu.”

Oleh karenanya, Jamie meminta para pemain untuk lebih menahan diri dalam melakukan selebrasi gol saat mereka bermain di stadion lawan demi keselamatan mereka sendiri dan rekan setim.

RvP-Ferdinand

“Emosi dalam sepakbola bisa mengubah perilaku orang normal menjadi seperti perilaku binatang, membawa mereka berlari ke lapangan, melemparkan sesuatu, atau membuat gerakan yang tak pantas. Beberapa orang berpikir karena mereka telah mengeluarkan uang, maka mereka boleh berkata apa saja. Dan kini agaknya pemikiran itu berubah menjadi mereka boleh melemparkan benda apa saja yang mereka mau.”

“Saya tak ingin pemain menjadi seperti robot, tapi mereka juga harus memperhatikan lingkungan mereka. Berikutnya bisa saja tak hanya koin yang dilempar, tapi mungkin saja ada orang idiot yang melemparkan pisau.”

“Musim ini kita sudah melihat benda seperti kursi stadion, korek api, dan koin dilempar ke lapangan. Ada juga steward yang terluka di Chelsea. Kini adalah saatnya bagi para pemain untuk instropeksi diri dan mengontrol diri mereka sendiri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda