Scroll to Top

PSSI Didatangi 2 Pemain Asing Tuntut Gaji 6 Bulan

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 13 Dec 2012

PSSI kembali dirundung masalah, pasca menggelar kongres di Palangkaraya. Kini, persoalan gaji pemain menjadi polemik kembali setelah dua pemain asing yang merumput di Liga Indonesia mengaku belum menerima honor mereka selama 6 bulan.

Camara Abdoulaye Sekou yang merumput bersama Persipro Bond-U (Divisi Utama PSSI), Rabu (12/12/12) kemarin mengunjungi Kantor PSSI di Senayan Jakarta.

Pemain asal Mali itu berusaha meminta bantuan PSSI untuk pertanggungjawaban karena gajinya selama enam bulan belum dibayar.

“Aku datang ke PSSI sudah berkali-kali. Aku terus menceritakan masalah ini kepada mereka, Aku ke sini mau minta tolong ke mereka untuk mencari solusinya” ungkap Camara.

Kedatangan Camara Abdoulaye Sekou ke kantor PSSI didampingi oleh anggota Divisi Hukum Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Meridiansyah dan Sekretaris APPI, Gotcha Michel.

Camara mengaku telah melakukan berbagai cara, agar gajinya selama enam bulan yang senilai Rp 125 juta dilunasi oleh pihak klub.

Bahkan ia bersama dua rekannya, Syilla Mbamba dan Salomon Begondo pernah mengemis di depan Kantor Walikota Probolinggo pada Juni lalu sebagai bentuk protes terhadap ketidakprofesionalan pihak klub.

“Tapi hasilnya sampai saat ini Persipro tak bisa tanggung jawab. Mereka malah lempar tanggung jawab dengan melempar-lempar alasan” jelas Camara.

Alhasil Camara berharap agar PSSI dan seluruh pihak bisa membantu, agar problem yang menimpa dirinya ini bisa cepat menemui solusi terbaik.

“Aku berharap semua masalah ini bisa segera diselesaikan. Aku punya keluarga di Indonesia. Sangat sulit jika masalah ini tidak diselesaikan” harap Camara.

Selain Camara hadir juga salah satu pemain asing asal Botang FC, Masahiro Fukasawa yang mengalami nasib sama dengan Camara.

Masahiro juga mengaku telah berupaya keras agar gaji selama tujuh bulan, dari total 13 bulan dibayar oleh Bontang FC.

Pemain asal Jepang ini mengatakan telah bertemu dengan Walikota maupun Wakil Walikota Kalimantan Timur untuk mempertanyakan persoalan tersebut.

“Semua biaya hidupku, aku tanggung sendiri. Masalah tunjangan kesehatan dan tempat tinggal yang harusnya ditanggung itu tidak ada pertangungjawabannya dari pihak klub” ungkap Masahiro seperti yang dilansir Kompas.

“Aku ke sini ingin meminta solusi dari PSSI sebagai federasi resmi. Semoga saja ada jalan keluarnya” tambahnya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda