Scroll to Top

9 Tanda Keretakan Hubungan yang Bisa Berujung Perceraian

By Ilham Choirul / Published on Friday, 14 Dec 2012

emosi

Menjaga kehidupan keluarga agar tetap harmonis menjadi pekerjaan penting bagi setiap pasangan. Cinta memang menjadi bekal utama dalam sebuah hubungan. Namun, jangan lalai bila menjalani kehidupan berkeluarga itu tantangannya banyak dan beragam. Pe-er pasangan adalah mengatasi semua problematika dengan baik dengan tetap menjaga keutuhan keluarga.

Namun, ada kalanya ada pasangan yang kurang berhasil mengatasinya. Keretakan hubungan pun mulai terjadi. Jika sudah demikian, maka pasangan perlu duduk bersama dan berpikir positif menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin. Sebab, masalah antara pasangan yang terlalu berlarut dapat berujung pada perceraian.

Dikutip dari Times of India, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai dan merupakan sebagian dari permasalahan serius pada pasangan. Jika menemui tanda berikut ini sebaiknya segera diselesaikan agar tidak terjadi perceraian.

  1. Mengungkit masa lalu yang buruk, dan secara verbal disalahgunakan untuk menyalahkan pasangan atau mertua.
  2. Pasangan saling menyerang, bahkan dengan alasan yang cukup konyol. Mereka tidak peduli apakah masalah yang diperdebatkan itu sepele atau berat. Mereka inginnya ada pertempuran sengit melalui pengungkapan kemarahan.
  3. Keputusan terhadap kebijakan keluarga tidak diambil bersama. Masing-masing pasangan punya ego sendiri menjalani kehidupan di rumah.
  4. Terlalu memancing kecemburuan pasangan. Efeknya, kepercayaan antara pasangan luntur.
  5. Pasangan saling mengabaikan sehingga serasa pasangannya adalah “orang lain” yang ada di rumah. Bisa dikatakan pula, seperti “kekasih yang tidak dianggap”.
  6. Salah seorang dari pasangan berselingkuh. Ini adalah kesalahan yang biasanya tidak terampunkan lagi dan sering berakhir dengan perceraian.
  7. Gairah seks antara pasangan menurun. Indikasi pasangan yang saling mencintai dalam kondisi normal adalah mereka cukup giat melakukan seks sekalipun hanya seminggu sekali.
  8. Pasangan cenderung menghindari konfrontasi dan mencari pelarian ketika ada masalah dalam rumah tangganya. Saat kemarahan memuncak, akhirnya terjadi ledakan emosi yang bisa menggiring pada perceraian.
  9. Komunikasi seperti terhenti sama sekali. Kedua pasangan malas mengobrol, menyapa, memberikan hadiah, atau seperti kehilangan topik untuk bercengkerama. Hubungan seperti menemui jalan buntu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda