Scroll to Top

Resolusi Internet PBB Ditolak Beberapa Negara

By Ibnu Azis / Published on Friday, 14 Dec 2012

Regulasi Internet PBB Ditolak Beberapa Negara

Resolusi internet yang diajukan oleh PBB ditolak oleh beberapa negara. Setidaknya AS, Inggris, dan Kanada tidak setuju dengan apa yang ditawarkan. Demikian tulis BGR. Lantas apa yang menjadi latar belakang kebebasan internet ini yang seakan kian terkekang?

Konferensi International Telecommunication Union (ITU) yang telah dimulai sejak 3 Desember dan berakhir hari ini 14 Desember 2012 di Dubai membahas dan memutuskan apakah penggunaan internet harus diatur. Konferensi ITU dihadiri oleh 150 negara.

Google menyuarakan pernyataan keras menolak resolusi tersebut. Mereka mengeluarkan petisi internet melawan PBB dengan mengumpulkan 3 juta tanda tangan. Google memandang upaya ini hanya akal-akalan pemerintah dalam menyensor internet dan meningkatkan regulasi.

“Yang jelas kini banyak pemerintah yang ingin meningkatkan regulasi dan sensor internet. Kami berdiri dengan negara-negara yang menolak resolusi tersebut,” ujar juru bicara Google pada FoxNews.com.

Amerika Serikat sendiri menolak untuk menandatangani resolusi. Duta Besar AS Terry Kramer berujar jika resolusi yang ada tak akan memaksa AS untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan.

“Resolusi itu tidak kuat. Pada akhirnya, perjanjian ini tidak mengikat secara hukum. Jauh lebih normatif dan hanya berorientasi akan nilai,” ujarnya.

Aspek kebebasan internet memang sering kali dibahas dalam konferensi internet. Namun biasanya akan berakhir tanpa hasil.

AS dan beberapa negara barat berpendapat jika yang harus diatur adalah penyedia layanan telekomunikasi bukan perusahaan internet. Google misalnya. Sebab jika ini terjadi akan berpotensi membatasi kebebasan dan merugikan pengguna serta pengusaha internet.

Tahun 2005 silam pemerintah Afrika dan Iran menilai jika kebebasan berpendapat dan berbicara di internet harus memiliki pagar. Menurut meraka terlalu berlebihan dan cenderung tanpa batas.

Namun kembali, ketika dibahas di konferensi internet tak berujung hasil. Apa yang dikeluhkan kedua negara tersebut tak ada yang menggubrisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda