Scroll to Top

Seme Pierre Patrick, Arema ISL & Sisi Buruk Sepakbola Indonesia

By Agus Prasetyo / Published on Friday, 14 Dec 2012

Seme Pierre Patrick akhirnya angkat suara tentang perjalanan hidupnya mencari nafkah sebagai pesepakbola di Liga Indonesia. Pernyataan Seme Pierre Patrick ini kontan semakin membuka aib, sisi buruk sepakbola Indonesia yang semakin jauh dari kata profesional.

Pemain asal Kamerun itu menceritakan jika sisa gajinya selama tujuh bulan di Arema Indonesia, hingga kini belum dilunasi.

Yang membuat Seme Pierre Patrick kaget adalah, Arema baru saja menambah skuadnya dengan membeli striker anyar yaitu Cristian Gonzales.

Sebenarnya Seme tak pernah diam atas penundaan itu. Ia mengaku sudah belasan kali menagih kepada manajemen klub Arema.

Bahkan Seme sempat mengeluhkan nasibnya itu kepada FIFA, tapi induk organisasi tertinggi sepakbola dunia itu juga tidak banyak membantu. Menurut Same setelah FIFA tau dirinya bermain di Indonesia, mereka hanya diam seribu bahasa.

“Waktu saya telepon, orang FIFA hanya geleng-geleng saja. Awalnya mereka tanya saya main di mana. Saya jawab, Indonesia” ungkap Seme, Kamis (13/12/12).

Seme mengungkapkan, tunggakan gaji itu terhitung saat dirinya bergabung dengan Arema di kompetisi ISL 2011-2012.

Pemain kelahiran Dovala Kamerun ini dibandrol sebesar Rp 850 juta selama satu musim, sejak 1 Desember 2011 sampai 30 November 2012.

Manajemen Arema memberikan uang muka sebesar Rp 212 juta atau 25 persen sesuai kesepakatan dalam kontrak.

“DP dikasih 25 persen dan itu dicicil, bukan langsung” cerita Seme kepada Detik.com.

Karena ingin meniti karier, Seme mengiyakan kontrak itu tanpa memiliki prasangka buruk bahwa gajinya bakal tersendat.

Selama dua bulan bergabung Seme masih menerima gaji, sisa dari nilai kontrak sebesar Rp 53 juta per bulan.

Namun beberapa bulan kemudian sampai kontrak berakhir, manajemen hanya bisa mencicil gaji dengan nilai tidak penuh.

“Selanjutnya tak digaji, dengan dalih kondisi financial” ucap Seme.

Total gaji Seme belum terbayarkan mencapai Rp 379 juta. Jumlah itu sangatlah besar dan penting bagi Seme, mengingat dirinya sudah berumah tangga.

Ia menikahi perempuan Indonesia bernama Anggi Anggraeni Lenita dan mereka telah memiliki satu putri yang kini berumur dua tahun lebih.

Menurut Seme kondisi ini bukan hanya dialaminya, tapi hampir seluruh pemain merumput di Indonesia. Entah apa penyebabnya, bagi dia ini merupakan potret buruk sepakbola tanah air.

“Orang dengar Indonesia, sangat tidak heran dengan kondisi seperti ini. Saya heran dan semakin pusing dengan kondisi ini” tegas Seme.

Kini Seme belum memiliki kontrak dengan klub sepakbola manapun, setelah dicoret Arema musim lalu.

“Saya merasa pantas diperpanjang, bermain full satu musim, top skorer di Arema. Tapi kenapa diputus?” ungkap dia.

Ditanya apakah terus bertahan di Indonesia, Seme dengan tegas menjawab iya. Sebab dirinya sudah menikahi warga Indonesia dan tengah mengurus dokumen menjadi WNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda