Scroll to Top

Nasib PSSI & KPSI Di Tangan Tim Task Force Pemerintah

By Agus Prasetyo / Published on Sunday, 16 Dec 2012

Nasib kisruh dualisme yang melibatkan PSSI & KPSI, kini memasuki babak baru. Pemerintah melalui Tim Task Force yang diketuai Rita Subowo, siap untuk menjadi penengah dalam mengatasi konflik ini.

Ketika dimintai komentarnya, Ketua Task Force Rita Subowo menyatakan kesanggupan mengemban tugas dalam menengahi konflik ini.

Rita berjanji akan memposisikan diri sebagai pihak netral dan tidak bertujuan untuk memenangkan satu di antara dua pihak yang bertikai.

Selain itu Rita juta menjelaskan jika apa yang dilakukan pemerintah ini tidaklah bertentangan dengan peraturan FIFA.

Pasalnya pembentukan Task Force ini sudah sesuai dengan UU SKN Nomor 3 Tahun 2005, sehingga tidak dianggap sebagai intervensi.

“Itu dibenarkan dalam UU SKN Nomor 3 Tahun 2005. Jadi ini bukan intervensi” tegas Rita Subowo.

Pemerintah selanjutnya akan menjadi fasilitator antara AFC yang ingin beraudiensi langsung dengan PSSI & KPSI di Jakarta, Januari 2013 mendatang.

Ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan FIFA terhadap sepak bola Indonesia untuk menyelesaikan konflik internalnya.

Tim Task Force yang dibuat pemerintah ini ternyata juga dipercaya menjadi pihak netral yang bisa memberi asistensi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Presiden FIFA Joseph Sepp Blatter seusai rapat Komite Eksekutif di Jepang (Sabtu 15/12/12), juga cukup senang dengan adanya Task Force yang diketui Rita Subowo ini.

Alhasil langkah yang diambil pemerintah lewat pembentukan Task Force ini, disebut sebagai salah satu faktor batalnya FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

“Kami sebetulnya sudah siap menjatuhkan sanksi, tapi saya tahu Menteri Olahraga mereka dan International Olympic Committee (IOC) telah melakukan langkah, maka kami memberi Indonesia harapan terakhir hingga tiga bulan ke depan” ungkap Blatter seperti dilansir FIFA.com.

Selain melihat langkah yang sudah diambil pemerintah, FIFA juga mengapresiasi roadmap yang diberikan PSSI.

Sekretaris Jendral PSSI Halim Mahfudz menjelaskan tiga hal dalam roadmap. Isinya tak berbeda dengan perintah AFC dalam Nota Kesepahaman (MoU) Malaysia.

Pertama penghapusan sanksi empat komite eksekutif PSSI terhukum (La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Tonny Apriliani, dan Erwin Budiawan). Kedua penggabungan liga yang akan berlangsung pada 2013. Ketiga revisi Statuta PSSI.

“Tiga poin ini sama dengan tiga agenda yang disepakati dalam pertemuan Joint Committee kedua di Kuala Lumpur, 20 September 2012 lalu. Semua upaya ini adalah upaya positif dari PSSI untuk menyatukan sepak bola Indonesia” ujar Halim seperti yang dilansir MetroTV.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda