Scroll to Top

Chelsea: Terbongkarnya Strategi Rafael Benitez di Final Piala Dunia Antar Klub

By Wan Faizal / Published on Wednesday, 19 Dec 2012

Sheet 1

Terjawab sudah strategi seperti apa yang dipakai Rafael Benitez saat Chelsea menyerah 1-0 dari Corinthians di Final Piala Dunia Antar Klub 2012 akhir minggu lalu. Hal itu terkuak setelah ditemukannya serakan kertas yang berisi strategi Rafa jelang pertandingan final tersebut.

Disinyalir, staf pelatih Chelsea berbuat sembrono dengan tak menyimpan kertas tersebut dan memilih untuk langsung membuangnya di dressing room stadion.

Adalah salah satu jurnalis Globoesporte, salah satu media olahraga terbesar di Brazil, yang menemukannya kala ia masuk ke ruang ganti Chelsea setelah seluruh awak The Blues meninggalkan Stadion Internasional Yokohama, Jepang.

Dressing room
Kamar ganti pemain Chelsea di Stadion Internasional Yokohama

Dalam kertas tersebut, disebutkan bagaimana Rafa menginstruksikan para pemainnya menghadang sepak pojok yang dilakukan pemain Corinthians. Victor Moses, Branislav Ivanovic, David Luiz, Ramires, Gary Cahill, dan Frank Lampard diminta untuk me-marking pemain Corinthians dalam situasi tersebut.

Sementara Ashley Cole berada di garis depan untuk mengantisipasi umpan pendek yang dilakukan pemain Corinthians dari sepak pojok. Juan Mata diberi tugas mengawasi pergerakan Alessandro. Sedangkan Fernando Torres juga diminta berada di kotak penalti Chelsea untuk membantu pertahanan.

Rafa juga memerintahkan para pemainnya untuk cepat menyerang balik dan menekan pertahanan Corinthians saat bola berhasil dihalau. Hal itu ditunjukkan dengan posisi Eden Hazard yang sepertinya ditugaskan untuk memimpin counter attack.

Bagaimana strategi Rafa saat timnya mendapatkan sepak pojok? Dalam kertas tersebut dijelaskan bahwa Torres dan Moses diminta untuk mengalihkan perhatian bek lawan. Sementara Ivanovic, Luiz, dan Cahill berada di dalam kotak penalti Corinthians.

Sheet 2

Dalam kertas kedua tersebut, Rafa juga menulis “Be aware of counter attack”. Terlihat jelas bagaimana Rafa juga takut akan serangan balik tim Brazil tersebut yang memang punya kecepatan yang bagus.

Well, apakah “strategi gagal” tersebut akan dipakai lagi oleh Rafa saat Chelsea berhadapan dengan Leeds United di Elland Road dalam perempat final Capital One Cup 2012 nanti?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda