Scroll to Top

FIFPro Desak PSSI Tentang Gaji Pemain

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 20 Dec 2012

FIFPro akhirnya turun tangan berkaitan problem gaji pemain yang tersendat oleh klub-klub di kompetisi Indonesia. Alhasil Ferderasi Internasional Pemain Sepakbola Profesional ini mendesak, agar PSSI sebagai induk organisasi tertinggi bisa lebih serius dalam mengatasi masalah tersebut.

Seperti yang diketahui bersama, di kompetisi Indonesia masih banyak pemain-pemain yang belum menerima gaji akibat penundaan oleh pihak klub.

FIFPro pun coba untuk menyarankan sejumlah langkah perbaikan yang bisa digunakan untuk sepak bola Indonesia.

Melalui situs resminya ada tiga langkah kunci perbaikan untuk memanfaatkan potensi sepak bola Indonesia di tengah kisruh yang sudah dua tahun.

Ketiga langkah yang dimaksud itu dipaparkan oleh Ketua FIFPro Divisi Asia/Oceania, Brendan Schwab.

“Penegakan yang jelas PSSI sebagai badan tunggal pengatur sepak bola Indonesia di bawah statuta baru yang disetujui FIFA dan AFC, pengembangan bisnis dan model olahraga terbaik dengan satu liga tunggal yang bergulir di bawah PSSI pada 2014, implementasi standar dan regulasi yang telah disetujui FIFA dan FIFPro untuk melindungi hak-hak pemain” ungkap Brendan Schwab.

Dalam keterangannya, FIFPro juga mengaku memperoleh laporan soal tertunggaknya gaji pemain di 25 dari 30 klub profesional di Liga Primer Indonesia (IPL) dan Liga Super Indonesia (ISL).

Kasus tertunggaknya gaji pemain mencapai efek paling parah saat meninggalnya pemain Paraguay, Diego Mendieta awal Desember ini.

Konon Diego Mendieta meninggal karena tidak bisa berobat maksimal akibat sakit yang dideritanya.

Berobat yang tidak maksimal itu buntut dari belum menerima gaji empat bulan dari Persis Solo.

Ini semua adalah buntut dari kompetisi yang terpecah dua, yaitu kompetisi di bawah PSSI dan kompetisi yang digulirkan PT Liga Indonesia di bawah Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

FIFPro sangat berharap dalam rentang tiga bulan waktu perpanjangan yang diberikan FIFA kepada PSSI, situasi akan berubah demi kebaikan pemain.

“Sudah hampir dua tahun para pemain hidup dalam ketidakpastian terkait masa depan mereka. Laga (sepak bola) kini harus menerapkan standar pengelolaan tertinggi, dijalankan sebagai bisnis, dan menghormati hak-hak pemain” tegas Theo van Seggelen, Sekretaris Jenderal FIFPro.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda