Share

olahraga ibu hamil

Hamil bukan artinya hanya banyak bermalasan sembari menunggu kelahiran. Tetapi, ibu hamil tetap harus beraktivitas agar tubuh selalu fit, termasuk di dalamnya adalah kegiatan berolahraga. Perlu diingat, porsi aktivitas fisik juga mesti dibatasi agar tidak membahayakan keselamatan ibu dan janin. Pada trimester pertama, mungkin sebaiknya menghindari panas tubuh berlebihan dan detak jantung diusahakan kurang dari 140 denyut per menit.

Dikutip dari Times of India, berikut ini ada beberapa jenis olahraga yang terbilang masih aman dilakukan oleh ibu hamil:

  1. Latihan kegel. Olahraga yang difokuskan untuk melatih dasar panggul ini berguna untuk memudahkan kelahiran pada waktunya kelak. Dalam latihan ini ibu hamil diajak untuk dapat mengendalikan otot-otot selama proses persalinan. Latihan kegel usai persalinan juga membantu penyembuhan, mengembalikan kontrol kandung kemih, dan memperkuat otot-otot dasar panggul.
  2. Renang. Berenang dapat membuat tubuh kencang dan menghindari stres pada sendi. Ibu hamil yang memilih olahraga ini akan mendapatkan denyut jantung meningkat, melatih sistem kardiovaskular dengan cara aman, serta tidak menimbulkan panas berlebihan pada tubuh.
  3. Jalan kaki. Berjalan kaki selama 20 menit setiap hari, masih aman untuk dilakukan ibu hamil. Pakai sepatu yang sesuai agar terhindari dari risiko cedera atau jatuh. Sesuaikan porsi olahraga ini sesuai kemampuan.
  4. Jogging. Lari-lari kecil ini boleh dilakukan selama ada rekomendasi dari dokter. Jika dokter mengatakan “tidak”, sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, dokter mungkin mengetahui kondisi kesehatan Anda dan janin sehingga memberikan rekomendasi yang sesuai.
  5. Bersepeda. Jika Anda hobi bersepeda, sebaiknya pilih sepeda statis untuk berolahraga selama masa kehamilan. Ini bertujuan untuk menghindari jatuh dari sepeda. Perlu diingat, selama bersepeda akan terasa tekanan sedikit lebih banyak di punggung. Jadi lakukan secara perlahan dan berhentilah jika tidak kuat.
  6. Menaiki tangga. Kalau di dalam rumah ada tangga menuju lantai atas, ibu hamil bisa memanfaatkannya untuk sarana berolahraga. Cara ini cukup murah, tapi perlu berhati-hati saat melakukannya.
  7. Aerobik. Olahraga ini statusnya sama dengan joging. Ibu hamil wajib mendapatkan rekomendasi dulu dari dokter sebelum melakukannya agar tidak membahayakan jiwa.

Selain itu, ibu hamil juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini selama berolahraga:

  1. Hindari berpakaian ketat
  2. Mengenakan bra olahraga yang benar.
  3. Memakai sepatu yang nyaman dan sesuai.
  4. Usahakan selalu terhidrasi.
  5. Menjaga detak jantung agar tidak lebih dari 140 denyut per menit.
  6. Hindari gerakan menyentak dan berbaring terlentang dalam jangka waktu lama.
  7. Hentikan olahraga kalau terjadi perdarahan di vagina, pusing, pingsan, sesak napas, kontraksi, atau terasa mual.