Scroll to Top

Awas! 1,8 Juta Alamat Gmail Terakses Via Google Plus

By Aisyah Indarsari / Published on Friday, 19 Aug 2011

Kabar ini datang dari InsideGPlus yang menyebutkan bahwa salah satu sumber terpercaya nya mengetahui bahwa seorang user Google+ telah dapat mengakses setidaknya 1,8 juta akun email pribadi Gmail dalam waktu 2 minggu dengan memanfaatkan celah keamanan jejaring sosial ini.

Setidaknya 600.000 diantaranya bahkan dapat diakses dalam waktu 24 jam terakhir ini. Pelaku tersebut telah melaporkan hal ini kepada pihak Google dan sepertinya ia tidak bermaksud jahat dan hanya sekedar memberi masukan untuk perkembangan situs ini.

Google sendiri dilaporkan telah secara aktif merespon laporan ini, dan dengan segera melakukan perbaikan. Insiden ini bocor secara terbuka dalam sebuah Hangout Live Stream kecil bertema Security pada hari Rabu malam (17/8) yang lalu. Dan tampaknya akan memiliki dampak luar biasa jika hal ini terekspos lebih besar lagi.

Walaupun belum ada pengumuman resmi dari Google sehubungan dengan kasus ini, akan tetapi beberapa waktu sebelum tulisan ini di publish, telah ada respon dari pihak Google kepada InsideGPlus tentang kebenaran kasus ini. Berikut cuplikan kalimat beserta screenshot keseluruhan email pihak Google:

“Recently, we became aware of a bug in Hangouts that could have allowed a user with malicious intent to view the email addresses of other people in a hangout. This bug has now been fixed.  We believe this was an isolated instance and affected significantly fewer email addresses than was originally reported.”

Dan ternyata dari statement pihak Google, jumlah email yang sempat bisa terakses lebih banyak dari 1,8 juta akun.

Sesuai dengan statement tersebut pula, dapat diketahui kini masalah telah diselesaikan. Akan tetapi tidak dipungkiri, untuk sebuah proyek beta, satu atau dua hal semacam ini bukan tidak mungkin bisa saja terjadi kembali.

Bahkan pada akun Facebook pun jika Anda tidak melakukan setting privacy yang tepat, Anda tetap bisa kehilangan data pribadi Anda atau mungkin disalahgunakan. Apalagi untuk Google+ yang masih dalam tahap percobaan.

Jadi intinya lebih baik Anda selalu berhati-hati untuk memaparkan identitas pribadi Anda ataupun dalam memanfaatkan jasa jejaring sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda