Scroll to Top

The Jakmania Demo Di Depan Manajemen Persija

By Agus Prasetyo / Published on Friday, 04 Jan 2013

Suporter The Jakmania melakukan demonstrasi di depan kantor manajemen Persija, Kamis 3 Januari 2013. Hal ini sebagai wujud protes The Jak, akibat kinerja manajemen yang dinilai gagal mengomandoi para pemain Persija.

Dalam demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan The Jakmania itu, mereka menutut agar manajemen melakukan pelunasan terhadap hak pemain yang selama ini tertunda.

Ketika dimintai kofirmasinya, Ketua Umum Persija Jakarta Feri Paulus mengaku pihaknya memang belum mampu melunasi gaji para pemain Persija.

Tunggakan gaji para pemain tersebut salah satu alasannya, karena beberapa sponsor Macan Kemayoran saat ini telah menarik diri.

“Kita memang belum bisa melunasi gaji mereka. Karena perlu diketahui kita menerima pemasukan dari tiket cuma Rp 4,2 miliar, sedangkan penyelenggaraan membutuhkan biaya lebih dari Rp 8 miliar. Jadi tidak cukup biaya kita” ungkap Feri, Kamis (3/1/2013).

Feri mengungkapkan saat ini manajemen Persija memiliki total utang sebesar Rp 8 miliar untuk pelaksanaan mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL). Untuk pemain sendiri, Macan Kemayoran masih menunggak biaya sebesar Rp 3,7 miliar.

“Intinya Persija tidak akan bisa seperti kemarin. Harus ada rasionalisasi atau penurunan gaji. Yang belum sepakat Ismed Soyfan dan Bambang Pamungkas. Tapi, kita sudah sampaikan kemampuan kita seperti ini” jelas Feri.

Konon karena masalah finansial ini, Persija diboikot sejumlah pemain intinya diantaranya Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan.

Selain Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan, delapan pemain utama Persija yakni Amarzukih, Leo Saputra, Ramdhani Lestaluhu, Andritany Ardhiyasa, Rahmad Affandi, Johan Juansyah, AA Ngurah Wahyu, dan Galih Sudaryono pun melakukan hal yang sama.

Feri menambahkan pihaknya sudah membicarakan kelanjutan kontrak dengan delapan pemain yang gajinya belum dibayar.

Namun khusus untuk Bepe dan Ismed, hingga saat ini belum ingin membicarakan kontrak sebelum masalah pelunasan gaji tersebut diselesaikan.

“Semuanya sudah diupayakan. Tetapi Bepe dan Ismed minta dilunasi dulu. Namun, kita tidak mampu” tambah Feri seperti yang dilansir Kompas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda