Scroll to Top

Lionel Messi Lebih Banyak Digemari Anak-Anak Daripada CR7?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 04 Jan 2013

Lionel Messi Lebih Banyak Digemari Anak-Anak Daripada CR7

Ada kemungkinan lebih banyak anak yang ingin menjadi Lionel Messi daripada Cristiano Ronaldo. Demikian yang dicetuskan oleh Borja Semper, presiden Partido Popular de Guipúzcoa, delegasi partai politik Partido Popular di Basque. Borja Semper yang seorang Madrididstas, mengaku bahwa Real Madrid saat ini berada dalam kondisi yang tidak baik. Seolah-olah Jose Mourinho ingin mengubah klub legendaris tersebut sebagai ‘Real Mourinho’, bukan Real Madrid.

Lionel Messi barangkali tengah dalam masa kejayaannya. Di beberapa media ia lebih dijagokan untuk mendapatkan Ballon d’Or keempat dari dua calon lain, Andres Iniesta dan Cristiano Ronaldo. Bagi Borja Semper yang seorang politisi sekaligus pencinta Real Madrid, ada sisi lain yang dipandangnya kurang di dalam sosok CR7 dibandingkan King Leo.

“Cristiano Ronaldo seharusnya seorang pemimpin. Tapi, saya kurang respek terhadapnya setelah ia tidak merayakan gol bersama rekan satu tim (saat melawan Granada). Sikap ini tidak saya sukai. Saya khawatir, banyak anak yang lebih suka menjadi Lionel Messi daripada Ronaldo,” sebut Semper.

Selain membahas Cristiano Ronaldo, Borja Semper juga mengkritik kebijakan Real Madrid selama dilatih oleh Jose Mourinho. Menurut analisis sang politisi, Jose Mourinho mengira bahwa Real Madrid sama seperti Internazionale, Porto, dan Chelsea, klub-klub yang pernah dilatih oleh The Special One. Padahal tidak demikian. Bagi Semper, Mou seolah-olah ingin menciptakan “Real Mourinho”, bukan Real Madrid.

Meskipun menyayangkan cara yang dibentuk Jose Mourinho, yang bertolak belakang dengan Real Madrid era dulu yang digemarinya, bukan berarti Borja Semper kehilangan rasa terhadap sang pelatih asal Portugal.

“Melawan tim terbaik dunia saat ini (Barcelona), kami bisa memenangi Copa del Rey dan menjuarai Liga di Camp Nou (menang 1-2 musim lalu). Keberhasilan ini layak disematkan kepada Mourinho. Tapi, strategi untuk menaikkan tensi laga dengan cara provokatif adalah kekeliruan,” jelas pria kelahiran 10 Januari 1976.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda