Scroll to Top

Gending Srwijaya Film Kolosal Baru Karya Hanung Bramantyo

By Arya Azhar / Published on Saturday, 05 Jan 2013

gending-sriwijaya

Setelah sukses memproduseri film terlaris di Indonesia tahun 2012 “Habibie dan Ainun“, Hanung Bramanto di awal tahun ini siap meluncurkan film terbarunya yang berjudul “Gending Sriwjaya“.

Berbeda dengan “Habibie dan Ainun” dimana ia hanya sebagai Produser, dalam “Gending SriwijayaHanung turun tangan langsung menyutradarai filmnya.

Gending Sriwjaya adalah film epik kolosal yang mengangkat kisah dan kebudayaan asal Sumatera Selatan. Produksinya pun didadanai oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Filmnya diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris yang sudah tak asing lagi seperti Sahrul Gunawan, Mathias Muchus, Slamet Rahardjo, Agus Kuncoro, Jajang C.Noor, dan aktris seksi Julia Perez yang berani tampil dengan sangat berbeda di film ini.

Gending Sriwijaya bersetting Nusantara di abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya ,muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan.Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Jaya nasa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera, Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan kepemimpinannya kepada putera mahkotanya, Awang Kencana. Namun diluar adapt kebiasaan, Dapunta justru memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya

Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa. Purnama kemudian di tangkap oleh Awang dan dijebloskan kepenjara. Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati.Kelompok pasukan yang dipimpin oleh Awang kemudian mengetahui rencana itu, mereka mengejar Purnama sampai pelosok hutan, Purnama terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang yang tinggi, tercebur di sungai dan terbawa arus yang deras. Pasukan Awang tak mampu mengejar dan mengira Purnama telah tewas

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek.Dengan kekuatan penuh ,pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan. Kelompok perampok berhasil ditumpas, Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama dan Malini dan 8 orang perempuan penenun songket, yang adalah janda para perampok yang tewas. Malini yang kehilangan kedua orang tua dan juga adiknya takluput menjadikorban. Malini menyimpan dendam. Purnama yang mengetahui ini semua adalah perbauatan adiknya, makin meradang.Ia harus menghentikan kelakuan adiknya, menuntut balas kematian ayahnya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Sepuluh orang menyiapkan sebuah serangan balasan kepusat Kedatuan Bukit Jerai. Berhasilkah Purnama Kelana merebut tahta Kedatuan Bukit Jerai?

 Gending Sriwijaya akan tayang di bioskop mulai tanggal 10 Januari 2013. Trailernya bisa Anda saksikan dibawah ini :

Poster_Gending Sriwijaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda