Scroll to Top

Arema ISL Adakan Dialog Dengan Aremania

By Agus Prasetyo / Published on Sunday, 06 Jan 2013

Rahmad Darmawan

Arema ISL cukup beruntung memiliki suporter setia semacam Aremania. Alhasil ketika prestasi Singo Edan menurun di awal kompetisi, Aremania langsung bereaksi dengan memberikan kritikan-kritikan membangun bagi manajemen.

Berkaitan dengan itu, manajemen berupaya menjembatani diri untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan Aremania.

Ajang diskusi yang digelar ini benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling curhat.

Salah satu perwakilan Aremania yaitu Kaconk, mengatakan jika Arema harus bermain seperti Singa terutama ketika di kandang sendiri.

 “Saya melihat beberapa adat pemain Arema sudah mulai hilang, pemain masuk lapangan dengan semangat, melakukan applause kepada Aremania usai pertandingan, hingga tidak kenal lelah dalam merebut bola tidak ada lagi. Saya sebagai suporter ingin pemain Arema tidak lupa adat” ungkap Kaconk seperti yang dilansir Goal.

Selain Kaconk, ada sejumlah Aremania lain yang mempertanyakan apakah pemain belum digaji hingga tidak semangat dalam bermain, ataukah pemain sedang mengalami masalah dengan rekan-rekannya.

Untuk yang satu ini, Ridhuan menimpali jika antarpemain tidak ada perpecahan. Arema adalah satu kesatuan yang tidak terpecah.

“Kita hanya butuh waktu untuk menyatukan karakter karena tim ini dibuat dari dua klub ditambah sejumlah pemain baru. Sehingga kami membutuhkan waktu untuk menjawab keraguan Aremania” jelasnya.

Sementara itu untuk model permainan yang diinginkan Aremania, Greg Nwokolo menjawab dengan menggunakan perumpamaan.

Real Madrid adalah klub bintang, para pemain sulit menyatu egonya di tahun pertama. Namun di tahun kedua, permainan tim benar-benar bagus. Namun itu mungkin yang terjadi di Arema, tetapi sebagai pemain saya selalu bermain dengan maksimal” jelas Greg.

Nada serupa juga dilontarkan oleh Benny Wahyudi dan Munhar. Kedua pemain yang sudah sangat akrab dengan budaya Malang itu mengatakan, dirinya sebagai pemain akan selalu berusaha bermain maksimal untuk memenuhi harapan publik Malang.

Sementara itu, Rahmad Darmawan mengatakan target dari manajemen ketika dirinya menerima tantangan untuk membesut Arema adalah menjadi juara ISL.

“Sebenarnya dalam TC yang sering saya lakukan bersama tim adalah untuk membuat pemain menjadi kompak. Namun intruksi manajemen untuk mengirimkan tim di berbagai ajang pramusim sulit saya tolak, meski hasilnya tidak menyenangkan bagi suporter” ungkap Rahmad.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda