Scroll to Top

Gadis 15 Tahun Racuni Orangtuanya Demi Akses Internet

By Ibnu Azis / Published on Monday, 07 Jan 2013

Internet Remaja Laptop

Gadis belia berumur 15 tahun tega meracuni orangtuanya hanya demi akses internet. Racun tersebut ia campur di minuman milkshake yang diminum oleh orangtua tersebut.

Akses internet rumah di Rocklin, California, Amerika Serikat, secara rutin dimatikan pada pukul 10 malam. Dengan demikian setelah jam tersebut diharapkan anak dibawah umur tak bisa lagi mengakses internet.

“Di Rocklin akses internet rumah dimatikan secara rutin jam 10 malam,” ujar Letnan Lon Milka, juru bicara departemen kepolisian setempat pada Sacbee.

Ia menambahkan pada Jumat malam lalu, seorang gadis berusia 15 tahun dan seorang teman yang mengunjunginya dari Roseville, 16 tahun, menawarkan segelas milkshake segar yang mereka peroleh dari restoran cepat saji lokal setempat ke orangtuanya.

Sang orangtua hanya menghabiskan sekitar seperempat gelas. Ia tak menyelesaikannya. Kemudian orangtua tersebut langsung tertidur meski pada jam 1 malam ia terjaga dan merasakan gejala seperti mabuk dan memutuskan untuk tidur kembali.

Keesokan harinya orangtua tersebut pergi ke kantor polisi untuk mengambil alat tes narkoba setelah di pagi harinya ia merasakan sakit kepala luar biasa.

“Banyak orangtua mengambil alat ini untuk diujikan di urin anak-anak mereka. Namun dalam kasus ini orangtua tersebut mengujinya ke diri sendiri,” timpal Lon Milka.

Dan hasilnya positif. Orangtua tersebut langsung menghubungi polisi dan gadis-gadis ini – termasuk anaknya – dibawa ke pusat rehabilitasi remaja.

“Mereka ingin menggunakan internet. Mereka akan melakukan cara apapun yang mereka anggap harus,” imbuh Lon Milka.

Lantas apa yang gadis-gadis tersebut lalukan di malam hari dengan internet? Polisi tidak menganggapnya penting. Justru aksi ‘meracuni’ orangtua mereka dengan milkshake yang dibumbui obat bius yang menjadi fokus penyelidikan.

Sedangkan gadis 15 tahun pelaku pembiusan tersebut sekaligus anak dari orangtua malang yang celakanya adalah ibunya sendiri cuma berujar enteng pada fihak kepolisian.

“Kebijakan internet ibu teralu ketat!,” ujar Lon Milka yang menirukan keterangan pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda