Scroll to Top

Musamus, Gedung Para Rayap di Taman Nasional Wasur

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 08 Jan 2013

musamus

Jarang sekali menemukan koloni semut menempati sarang yang berdiri cukup kokoh di atas tanah. Rata-rata, koloni semut membuat sarang di dalam tanah. Ceritanya beda kalau berkunjung ke Merauke, Papua. Di sana ditemukan sarang semut yang tingginya mencapai lima meter. Pemiliknya adalah semut putih atau yang dikenal dengan rayap bak menempati gedung yang tinggi.

Kehebatan arsitektur sarang ini patut diacungi jempol. Suhu di dalam sarang cukup sejuk dengan adanya ventilasi yang ditemukan di permukaaan sarang. Untuk mencegah masuknya air hujan, para rayap telah membekali rumahnya dengan lorong-lorong khusus. Lorong ini sekaligus mampu untuk membuang hawa panas ketika musim panas berlangsung.

Oleh masyarakat setempat, sarang rayap ini disebut dengan Musamus. Bahan dasar gundukan Musamus adalah tanah dan rumput kering. “Semen” yang dipakai untuk melekatkan kedua bahan tersebut yaitu air liur para rayap. Makin lama bangunan Musamus bertambah tinggi.

Konstruksi  bangunan ini cukup kuat. “Tembok”-nya cukup keras sesuai dengan kondisinya sebagai rumah rayap. Dan, Musamus bisa ditemukan dengan mudah di Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke.

Keberadaan Musamus ditengarai sudah ada sejak zaman dulu. Menurut cerita yang ada, Musamus sering dimanfaatkan suku Marind di waktu beheula untuk piranti memasak. Beberapa bagian dari Musamus yang kering dipakai untuk memeram ubi atau daging, setelah seblumnya dibakar dahulu hingga suhu cukup tinggi. Dan, suku tersebut biasa melakukannya ketika dilakukan upacara bakar batu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda