Scroll to Top

Lolos Hukuman, Busquets Tampil di Wembley

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 17 May 2011

Kabar baik berembus ke kubu Barcelona menjelang final Liga Champions tahun ini yang digelar di Stadion Wembley, Inggris. Sergio Busquets, gelandang bertahan mereka, lolos dari tuduhan yang dilayangkan oleh kubu Real Madrid.

 

Wembley Menanti Busquets

Awalnya, Real Madrid yang tidak menerima kekalahan dari Barcelona di semifinal Liga Champions (kalah agregat 1-3), mengajukan protes kepada UEFA. Menurut Real Madrid, Sergio Busquets telah mengucapkan kata rasis “mono” (artinya: kera) kepada bek mereka, Marcelo pada first leg di Santiago Bernabeu. Kata rasis tersebut dinilai tidak sepatutnya terucap oleh seorang pemain sepakbola profesional. Apalagi, menurut beberapa Madridista, dengan sponsor UNICEF yang dipasang di dada seragam Barcelona, tindakan Busquets tersebut sangat keterlaluan. Namun, UEFA tidak menggubris protes Madrid. Bagi UEFA, bukti yang disodorkan Madrid kurang meyakinkan. Alhasil, UEFA memastikan Busquets, pemuda kelahiran Sabadell, 16 Juli 1988, bisa tampil kala Barcelona bertarung dengan tim terbaik Liga Inggris yang baru saja menuntaskan gelar ke-19-nya, Manchester United.

 

Protes Berlebihan Madrid

Sebenarnya, protes Madrid kepada UEFA tentang Barcelona tidak hanya tentang Busquets. Kala Madrid dipecundangi Barcelona di kandang sendiri dengan skor telak 0-2, Pepe diberi kartu merah. Peristiwa ini melanjutkan tradisi Jose Mourinho, bahwa anak asuhnya selalu diberi kartu merah kala bersua Barcelona dalam 5 pertandingan terakhir (1 bersama Inter Milan dan 4 bersama Madrid). Klaim Real Madrid, tayangan ulang menunjukkan bahwa Dani Alves yang diganjal Pepe, hanya pandai berakting. Kaki Pepe konon tidak menyentuh kaki Dani Alves; meskipun tindakan Pepe tersebut bisa menyebabkan patah pergelangan kaki yang bisa membunuh karier Dani Alves.

Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions antara Real Madrid dan Barcelona juga diwarnai aksi diving dari kedua kubu plus aksi sepakbola “tarkam” Madrid. Bahkan, ada Barcelonistas yang menganggap Madrid tidak hanya bermain sepakbola negatif (bertahan sepanjang pertandingan), tetapi juga menyiapkan jago kung fu alih-alih pemain sepakbola. Sementara itu, Jose Mourinho, pelatih Madrid, menganggap kemenangan Barcelona di kandang Madrid sebagai “Skandal Bernabeu”. Ia meyakini ada konspirasi untuk membawa Barcelona juara atau menjatuhkan semua tim asuhannya.

 

Raja Diving?

Kembali pada berita “dimaafkannya” Sergio Busquets, kegembiraan pemain yang musim ini sudah membela Barcelona 44 kali dengan mencetak 1 gol ini disambut pula oleh klubnya. Dalam situs resmi Barcelona, tertulis, “UEFA memberitahu Barcelona bahwa klaim Real Madrid (tentang kata-kata rasis Buswquest) ditolak”. Berbanding terbalik dengan Barcelona, kubu Madrid dipastikan akan bersungut-sungut. Bukan tidak mungkin, akan ada ucapan baru dari Jose Mourinho terkait hal ini. Apalagi, bersama Pedro, Dani Alves, dan Javier Mascherano, Busquets termasuk pemain-pemain yang dianggap oleh kubu Madrid sebagai pemain teater alih-alih sepakbola.

One thought on “Lolos Hukuman, Busquets Tampil di Wembley”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda