Share

Plt Menpora Agung Laksono, akhirnya melakukan pertemuan dengan PSSI, KONI, BOPI dan KOI. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Kantor Menegpora Senayan Jakarta, Selasa 8 Januari 2013.

Seperti keterangan yang dilansir situs resmi PSSI, Agung Laksono menyetujui langkah untuk melakukan penyatuan (unifikasi) liga sepakbola kasta teratas di tanah air pada musim kompetisi 2014 mendatang.

Dalam pidatonya, Agung Laksono sengaja mempertemukan pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan konflik sepakbola nasional.

“Terima kasih atas kesediaan bapak dan ibu mengikuti pertemuan ini. Sengaja saya memanggil bapak dan ibu sekalian, untuk membicarakan mengenai masalah yang terjadi di sepakbola kita saat ini” ungkap Agung Laksono.

Dipanggilnya PSSI, KONI, KOI dan BOPI karena keinginan Agung Laksono untuk bisa menyelesaikan kemelut di pentas sepakbola nasional menyusul bergulirnya kompetisi ISL yang kembali diluar kontrol federasi.

“Bapak Presiden (SBY) sangat marah dengan adanya kemelut berkepanjangan seperti ini. Beliau sangat marah dengan adanya pemain yang dilarang membela Timnas Indonesia. Karena itu, kita harus segera menyelesaikan ini semua” tambah Agung.

Agung Laksono juga sangat mendukung keinginan pihak-pihak untuk melakukan penyatuan liga (IPL dan ISL).

Karena menurut Agung unifikasi dinilai sebagai solusi tepat untuk bisa mengakhiri dualisme kompetisi, yang berujung pada terganggunya persiapan timnas.

“Kita semua harus berpikir dalam satu frame rekonsiliasi. Menyatunya kompetisi, sudah pasti tidak akan ada masalah lagi dengan timnas. Sebab, dari awal saya hanya menyetujui adanya satu timnas. Tentunya dengan pemain terbaik yang kita miliki,” beber Agung.

Tidak hanya memberikan persetujuan, Agung yang juga Menko Kesra ini langsung memerintahkan BOPI untuk membicarakan masalah teknis penyatuan kompetisi tersebut.

Pasalnya syarat untuk bisa menyatukan liga tersebut, ISL yang dikelola PT Liga Indonesia harus berada di bawah kontrol PSSI.

“Silahkan BOPI membicarakan dengan pihak-pihak terkait. Undang PT Liga dan PSSI untuk mendiskusikan masalah ini. Saya harap tidak berlama-lama, untuk bisa mendapatkan solusinya. Terutama menyangkut teknis liga yang under control federasi” pungkas Agung seperti yang dilansir PSSI.