Scroll to Top

‘Real Madrid Bermain Buruk Bagaikan Tim Papan Tengah’

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 14 Jan 2013

Real Madrid Bermain Buruk Bagaikan Tim Papan Tengah

Real Madrid harus menanggung risiko sebagai sebuah tim besar yang tengah didera gelombang krisis. Mereka resmi tertinggal 18 angka dari Barcelona. Selain itu, kedisiplinan para pemain sangat buruk. Pasukan Jose Mourinho tercatat mengalami hattrick kartu merah dalam tiga laga terakhir. Antonio Adan, Sergio Ramos, dan Ricardo Kaka bergantian diusir dari lapangan. Di sisi lain, tanpa Cristiano Ronaldo, Los Blancos seperti kehilangan akal: cuma melepaskan satu tembakan ke gawang dalam laga vs Osasuna. Wajar kalau kemudian, media di Catalan, menjadikan kubu Santiago Bernabeu sebagai sasaran empuk ‘serangan’ mereka.

“Pasukan Anda sangat buruk, Mou!” demikian judul yang dipilih SPORT, harian Catalan untuk membahas hasil imbang Real Madrid saat berangkat ke El Sadar. Kalimat di halaman depan juga menyakitkan, “Tanpa Cristiano Ronaldo, Madrid sangat menyedihkan untuk ditonton, berada di titik terbawah. Tak membukukan satu tembakan tepat sasaran menghadapi tim papan bawah.”

“Madrid hidup dalam kegelapan dan terpeselet di Liga bagai tim papan tengah,” tambah SPORT.

SPORT merujuk pada kenyataan yang terjadi dalam laga Los Blancos vs Osasuna. Cuma seorang Karim Benzema yang bisa melepaskan shot on goal dalam laga tersebut. Barisan pemain yang seakan ampuh: Angel Di Maria, Gonzalo Higuain, Luka Modric, Jose Callejon, tak berkutik untuk menguji ketangguhan Andres Fernandez.

Dua media lain, Diario Gol dan La Vanguardia, mengkritik kebijakan Mourinho menyimpan Mesut Ozil dan Karim Benzema lebih dahulu. “Tak punya Pepe, Sergio Ramos, dan Cristiano Ronaldo karena cedera dan hukuman, sangat berat. Jose Mourinho juga meninggalkan Ozil dan Benzema di bangku cadangan terlebih dahulu, sehingga situasi semakin sulit.”

Sementara itu, Mundo Deportivo dan El Periodico de Catalunya, membahas ketidakhadiran Cristiano Ronaldo. Misalnya, yang disebut pertama menyampaikan berrita, “Real kehilangan tatapan pada Liga di Pamplona, tempat mereka sama sekali tak bermain. Tanpa Cristiano dan tanpa ide, tim papan bawah bisa menyetarai mereka.” Sementara, yang disebut belakangan menyampaikan, “hasil imbang yang menyedihkan melawan tim dasar klasemen. Madrid tanpa Cristiano Ronaldo tidak bisa mencetak gol.”

Tiga kartu merah berturut-turut yang didapatkan awak Real Madrid, mulai dari Antonio Adan (vs Real Sociedad), Sergio Ramos (vs Celta Vigo), dan terakhir Ricardo Kaka, mungkin bisa menjadi gambaran tekanan yang dihadapi pasukan El Real.

Namun, sejatinya yang terjadi dalam tiga laga terakhir, juga tidak buruk-buruk amat. Sepanjang tahun 2013, toh Madrid mengoleksi 2 kemenangan dan satu seri, dalam tiga laga yang selalu diakhiri dengan 10 orang. Dan jawaban atas kritik pers, bisa dilakukan ketika menghadapi Valencia di Santiago Bernabeu pertengahan pehan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda