Scroll to Top

Roy Suryo Mesti Berhati-hati Jadi Menpora

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 14 Jan 2013

Roy Suryo Jadi Menpora, Mesti Berhati-hati

Roy Suryo membalikkan semua perkiraan. Ia ditunduk oleh Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, menggantikan sosok Andi Mallarangeng. Perjalanan yang akan dilalui Roy Suryo terlihat berat. Dalam masa jabatan yang terbilang singkat, ia sudah harus menghadapi karut-marut olarhaga nasional. Terutama, urusan sepakbola nasional, perseteruan PSSI vs KPSI. Bukan tidak mungkin, Roy Suryo digunakan SBY untuk memastikan bahwa konfilk di persepakbolaan nasional, berakhir sebelum periode kekuasaannya pada 2014 kelak.

“Berhati-hatilah. Dalam Kemenpora terdapat bara, siramlah dengan air agar bara itu redam. Bukan malah disulut minyak sehingga bara itu kian membara, membakar semua,” demikian pesan yang disampaikan Khatibul Umam Wiranu, politisi Partai Demokrat yang menjadi salah satu nominator Menpora, kepada Roy Suryo seperti dikutip Kompas (14/1/2013).

Ya, Roy Suryo memang harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan ke depan. Sekaligus, mesti tepat. Ia menduduki jabatan Menpora pada saat-saat genting. Konflik PSSI vs KPSI seperti tidak berkesudahan. Andai keliru mengambil keputusan, atau terkesan diam dan membiarkan berlarut-larutnya konflik ini, efek negatif tidak hanya membentur Roy. Tetapi juga kubu Partai Demokrat dan Presiden SBY. Di sisi lain, andai mampu menyelesaikan perseteruan ini, popularitas Partai Demokrat juga bisa meninggi.

Keputusan SBY menarik Roy sebagai Menpora sendiri, dianggap cukup kontroversial, tetapi di sisi lain, juga bisa dikatakan tepat. Roy Suryo setidaknya tidak terkait dengan salah satu kubu, entah PSSI atau KPSI. Dengan demikian, langkah yang diambilnya, kemungkinan tidak akan berat sebelah. Dan dalam beberapa kesempatan, Roy juga menyiratkan keinginannya berguru dengan beberapa Menpora yang sudah-sudah, termasuk Andi Mallarangeng.

Dan terkait dengan konflik PSSI-KPSI, Roy juga mengaku tak akan segan untuk sowan kepada Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro, dua tokoh yang dianggap berada di balik masing-masing kubu.

Khusus yang satu ini, Presiden SBY sudah menyiratkan pentingnya penyelesaian karena “Rakyat akan sangat marah kalau prestasi sepak bola terganggu dan kandas karena konflik kubu-kubu tertentu dalam persepakbolaan kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda