Scroll to Top

PSSI Tanggapi BOPI Tentang News Corp

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 21 Jan 2013

Beberapa waktu yang lalu sempat muncul krtikan dari BOPI, tentang rencana PSSI yang melakukan kerjasama dengan salah satu media ternama News Corp. Kini PSSI melalui Wasekjen Bidang Kompetisi pun angkat bicara.

Ketika dimintai komentarnya, Saleh Ismail Mukadar selaku Wasekjen Bidang Kompetisi PSSI coba untuk memberikan tanggapan.

“Nampak sekali Haryo Yuniarto (Plt Ketua BOPI) tak memahami substansi permasalahan, tetapi langsung berkomentar tendensius. Seberapa banyak dia paham tentang kerja sama yang belum ditandatangani tersebut” ungkap Saleh.

“Dipikirnya PSSI dan LPIS sekumpulan orang-orang yang mau menggadaikan sepakbola nasional kepada pihak asing. Haryo sebaiknya mendalami dulu substansi permasalahan baru berkomentar, mengapa BOPI begitu semangat menekan PSSI, Federasi yang sah?” tambahnya.

Saleh beranggapan bahwa Haryo salah memahami seakan News Corp akan mengelola kompetisi, padahal yang dikelola News Corp hanyalah hak komersialisasinya saja.

Menurut Saleh segala aspek komersil yang melekat di PSSI dan kompetisinya akan dieksplorasi oleh News Corp guna mendatangkan revenue, yang benefitnya akan dinikmati oleh PSSI dan klub-klub anggotanya secara proporsional.

Soal jangka waktu 30 tahun, Saleh menjelaskan bukan tanpa rambu-rambu apapun. Pastinya ada klausul dimana secara periodik (direncanakan 3 tahun sekali) akan dievaluasi.

PSSI juga masih memiliki otoritas penuh melakukan kontrol di aspek regulasi. Jadi News Corp bukan mendapatkan cek kosong selama 30 tahun dan bebas mengatur apa saja. Mereka fokus dan konsent menggarap sisi komersial saja.

Saleh juga menambahkan bahwa hal ini tak ada kaitannya dengan masa bakti periode kepengurusan Djohar Arifin, yang jelas-jelas tak akan menjadi rezim seumur hidup 30 tahun kedepan di PSSI.

Secara keras Saleh mengatakan bahwa dibawah Haryo, sepertinya BOPI melakukan kesalahan berkali-kali.

Dalam respon terhadap News Corps, Saleh malah menyebut Haryo sebagai paranoid. Disaat pemakaian APBD dilarang untuk sepakbola profesional, seharusnya kita welcome dengan itikad baik News Corps membantu Indonesia.

“Seharusnya Haryo merenung dan belajar penuh tentang UU No 3 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, daripada sibuk berkomentar untuk masalah yang tidak dipahami dengan benar” tegas Saleh.

“Haryo atas nama BOPI telah berlaku offside dan melanggar pasal 51 dan 80 UU SKN, karena dia memberi rekomendasi kepada ISL. Memahami Undang-Undang kok setengah-setengah” tambah Saleh seperti yang dilansir situs resmi PSSI.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda