Share

Banjir Jakarta 2013 Akibatkan Kerugian 20 Triliun

Banjir Jakarta 2013 menyebabkan kerugian hingga 20 triliun. Demikian yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Jokowi. Banjir kali ini, memiliki efek yang sangat besar. Tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas di ibukota. Entah kegiatan masyarakat Jakarta,  maupun dunia usaha.

“Kerugian akibat banjir tidak sedikit. Sekali banjir saja diprediksi 15 trilliun rupiah. Tapi yang kali ini (tahun ini) perkiraan tim saya hampir Rp 20 trilliun,” ujar Joko Widodo pada Selasa, 23 Januari 2013 dalam silaturahmi antara DPRD Jakarta dan Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jakarta.

Prediksi Jokowi tentang kerugian akibat Banjir Jakarta 2013 ini, lebih besar daripada data yang disodorkan Bappenas untuk banjir jakarta periode Februari 2007. Kala itu, kerugiannya mencapai 5,16 triliun rupiah. Juga, lebih besar daripada kerugian pada tahun 2002 lalu yang mencapai angka 9,8 triliun rupiah.

Menanggapi jumlah kerugian yang sangat besar tersebut, Jokowi kembali menegaskan pentingnya pembangunan deep tunnel. Proyek seharga 16 triliun  ini merupakan solusi untuk jangka panjang. Deep tunnel yang akan dibangun ini, merupakan terowongan raksasa multifungsi, yang sedianya dibuat di bawah tanah ruas Jl MT Haryono hingga Pluit.

“Deep tunnel ini merupakan solusi banjir jangka panjang. Jadi, daripada terus mengeluarkan uang untuk membayar kerugian, lebih baik kita membangun deep tunnel,” sebut Jokowi seperti dikutip oleh detik.

Banjir Jakarta 2013 sendiri merupakan banjir terparah setidaknya dalam enam tahun terakhir.  Seperti yang dirilis oleh BNPB, menyebabkan 20 orang meninggal dunia. Selain itu, ada sekitar 33.503 warga yang mengungsi. Jumlah pengungsi terbesar ada di Jakarta Barat yang mencapai 24.529 jiwa.

Foto: Kompas/ Dian Maharani