Scroll to Top

PSSI Surakarta Gelar Muscab, Pak Walikota Siap Turun Tangan

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 26 Jan 2013

Walikota Solo yang juga mantan ketua umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo siap turun tangan apabila Pengurus Cabang PSSI Surakarta nekat  menggelar musyawarah cabang (Muscab) sebelum ada surat rekomendasi dari induk organisasi sepak bola di pusat.

Hadi Rudyatmo meminta kepada kedua pengelola tim Persis Solo yang mengikuti kompetisi baik Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS) maupun Liga Indonesia (LI), untuk menunggu keputusan pusat atau PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia.

“Saya sudah memberitahukan kepada pengurus Persis, jika tetap mengadakan Musyawarah Cabang sebelum ada rekomendasi dari pusat, saya akan menuntut mereka” tugas Hadi Rudyatmo, Jumat (25/1/13).

Menurut Rudyatmo, jika pengurus Cabang PSSI atau klub-klub internal tetap nekat akan menyelenggarakan Muscab dipersilakan. Namun, dirinya memastikan akan menuntut siapa yang bertanggung jawab menggelar Muscab itu.

Menurut Hadi Rudyatmo, pihaknya akan berkomitmen tetap memegang legalitas. Tetapi jika PSSI juga kurang melakukan komunikasi ke bawah, lebih baik Persis tidak mengikuti kompetisi dan menunggu keputusan pemerintah.

Walikota Solo itu juga sangat mendukung komentar Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang akan membubarkan baik PSSI maupun Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) jika tidak bisa bersatu.

“Saya setuju jika Menpora membubarkan keduanya dan dibentuk pengurus baru demi merah putih. Kami akan mendukung Menpora sehingga sepak bola Indonesia ke depan bisa berkembang” jelasnya.

Jika keduanya dibubarkan, pemerintah melalui Kemenpora akan mengendalikan langsung soal persepakbolaan Indonesia dan kompetisi profesional juga hanya satu.

Dengan demikian menurut Rudi, sepak bola negara ini ke depan baru bisa fokus dan maju. Oleh karena itu pihaknya meminta Tim Persis Solo pada musim kompetisi tahun ini yang mengikuti hanya satu tidak boleh dua, sehingga masyarakat atau suporter tak bingung memberikan dukung.

“Kami hanya menyarankan kita tetap menunggu dulu kondisi pusat bagaimana. Tim yang maju kompetisi harus memiliki sponsor yang mampu memberikan dana selama satu musim” tambahnya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda